Perancangan Sabodam Untuk Pengendalian Aliran Debris di Batang Jambuah, Agam, Sumatra Barat Berdasarkan SNI 2851:2021
Justin Marinus Oropa, Ir. Karlina, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Batang Jambuah di Kabupaten Agam, Sumatra Barat merupakan
salah satu sungai yang berhulu di Gunung Marapi dan berpotensi menyalurkan
aliran debris berupa material vulkanik, batuan, dan material organik. Potensi
aliran debris pada sungai ini dapat menimbulkan kerugian bagi wilayah hilir
sehingga diperlukan bangunan pengendali sebagai upaya mitigasi melalui
perancangan sabodam.
Perancangan ini bertujuan merencanakan sabodam sebagai
bangunan pengendali aliran debris di Batang Jambuah berdasarkan SNI 2851:2021.
Tahapan perancangan meliputi analisis debit banjir rancangan kala ulang 100
tahun menggunakan hidrograf satuan sintetis Nakayasu dan GAMA I, penentuan
debit puncak aliran debris, analisis karakteristik sedimen, perancangan dimensi
sabodam, serta analisis volume tampungan dan stabilitas bangunan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rancangan
maksimum diperoleh dengan metode hidrograf satuan sintetis Nakayasu sebesar 155
m³/s, sedangkan debit puncak aliran debris sebesar 310 m³/s. Karakteristik
sedimen di Batang Jambuah ditunjukkan oleh diameter butiran rerata (d50)
sebesar 8,57 mm yang termasuk kategori kerikil, diameter karakteristik (d95)
sebesar 64 mm yang termasuk kategori butiran kasar, dan konsentrasi sedimen
sebesar 30%, sehingga aliran pada lokasi studi berpotensi membentuk aliran debris
dengan kandungan material padat yang tinggi. Berdasarkan hasil perancangan,
diperoleh dimensi sabodam berupa tinggi maindam
6 m dengan kedalaman fondasi 3 m, panjang apron 30 m dengan tebal 1,5 m,
tinggi subdam 2,5 m dengan kedalaman fondasi 1,5 m, tinggi pelimpah 3,8 m,
lebar pelimpah 3 m, serta slit
berukuran 2 m × 3 m sebanyak 3 buah. Bangunan sabodam memenuhi persyaratan
stabilitas terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah, serta memiliki volume
tampungan sedimen sebesar 9244,8 m³ yang terdiri atas volume tampungan mati
sebesar 5788,8 m³ dan volume tampungan kontrol sebesar 3456 m³.
Batang Jambuah in Agam
Regency, West Sumatra, is one of the rivers originating from Mount Marapi and
has the potential to convey debris flow in the form of volcanic material, rock
fragments, and organic matter. The potential of debris flow in this river may
cause damage to downstream areas, so a control structure is needed as a
mitigation measure through the design of a sabodam.
This study aims to
design a sabodam as a debris flow control structure in Batang Jambuah based on
SNI 2851:2021. The design stages include the analysis of the 100 year design
flood using the Nakayasu and GAMA I synthetic unit hydrograph methods, the
determination of peak debris flow discharge, sediment characteristic analysis,
sabodam dimension design, and the analysis of storage capacity and structural
stability.
The results show that
the maximum design flood discharge was obtained using the Nakayasu synthetic
unit hydrograph method at 155 m³/s, while the peak debris flow discharge was
310 m³/s. Sediment characteristics in Batang Jambuah are indicated by a median
grain diameter d50 of 8.57 mm, which is classified as gravel, a characteristic
diameter d95 of 64 mm, which is classified as coarse particles, and a sediment
concentration of 30%, indicating that the flow at the study site has a high
solid material content and the potential to develop into debris flow. Based on
the design results, the sabodam dimensions consist of a main dam height of 6 m
with a foundation depth of 3 m, an apron length of 30 m with a thickness of 1.5
m, a subdam height of 2.5 m with a foundation depth of 1.5 m, a spillway height
of 3.8 m, a spillway width of 3 m, and three slits measuring 2 m × 3 m each.
The designed sabodam satisfies the stability requirements against overturning,
sliding, and bearing capacity failure, and has a sediment storage capacity of
9,244.8 m³, consisting of a dead storage volume of 5,788.8 m³ and a control
storage volume of 3,456 m³.
Kata Kunci : Sabodam, aliran debris, sedimen vulkanik, mitigasi bencana, bangunan pengendali sedimen.