Laporkan Masalah

Strategi meningkatkan penerimaan sub sektor peternakan melalui Program Inseminasi Buatan (IB)

WIJAYANTI, Prof.Dr. Agus Dwiyanto

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, PAD sebagai salah satu sumber pembiayaan menjadi sangat urgen untuk ditingkatkan agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dapat berlangsung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sektor pertanian termasuk sub sektor peternakan sebagai salah satu sektor unggulan di Kabupaten Magelang mempunyai peluang untuk digali potensinya guna peningkatan PAD. Untuk itu, diperlukan strategistrategi dalam upaya meningkatkan penerimaan sub sektor peternakan melalui program IB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui isu-isu strategis atas dasar pencermatan lingkungan internal dan eksternal serta merumuskan pengembangan strategi-strategi yang berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan sub sektor peternakan melalui pelayanan IB. Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Pemda Kabupaten Magelang dalam hal ini Dinas Peternakan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan PAD. Dalam upaya meningkatkan penerimaan sub sektor peternakan melalui program IB Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang dipengaruhi oleh faktor-faktor strategis, yaitu faktor internal berupa 7 kekuatan dan 5 kelemahan. Sedangkan faktor eksternal terdapat 8 peluang yang bisa dimanfaatkan dan terdapat 4 ancaman yang dihadapi yang dapat berpengaruh terhadap upaya peninggkatan PAD. Dari Analisa SWOT faktor strategis tersebut diatas, dihasilkan enam isu-isu strategis yaitu : Pengembangan sub sektor peternakan, Meningkatkan daya saing dibidang IB, Mengembangkan kerjasama dengan pihak ketiga, Mengembangkan pola kemitraan dalam pelayanan IB, Menetapkan tarif retribusi pelayanan IB, dan Mengoptimalkan fungsi SOT. Dari keenam isu-isu strategis tersebut, setelah dilakukan pengujian dengan Tes Litmus dan dievaluasi terhadap lingkungan PEST dapat diidentifikasikan bahwa ada empat isu strategis yang betul-betul strategis yaitu : 1). Menetapkan tarif retribusi pelayanan IB dengan skor 44, 2). Pengembangan sub sektor peternakan dengan skor 43, 3). Meningkatkan daya saing dibidang IB dengan skor 42, dan 4). Mengembangkan pola kemitraan dalam pelayanan IB dengan skor 40. Dari keempat isu-isu strategis tersebut, dihasilkan strategi-strategi yang dapat direkomendasikan dalam meningkatkan penerimaan sub sektor peternakan melalui program IB yaitu : 1. Untuk merespon isu strategis Menetapkan tarif retribusi pelayanan IB, dengan strategi: Mengevaluasi dan menilai pengenaan tarif, meningkatkan pemanfaatan teknologi IB, menentukan dan menetapkan tarif, melalui: a. Pembentukan Tim Perumusan dan Penyusunan Raperda, b. Perhitungan rancangan tarif retribusi pelayanan IB, c. Perumusan Rancangan Perda tentang Retribusi Pelayanan IB, dan d. Mensosialisasikan pelaksanaan Perda retribusi pelayanan IB dan e. Evaluasi terhadap implementasi Perda. 2.Untuk merespon isu strategis Peningkatan pengembangan sub sektor peternakan, dengan strategi: Mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah, meningkatkan populasi, produksi dan produktivitas, melalui : a. Pendataan wilayah-wilayah potensi, b. Pengembangan ternak sapi potong, dan c. Peningkatan program IB. 3. Untuk merespon isu strategis Meningkatkan daya saing dibidang IB, dengan strategi : Meningkatkan pelayanan IB, meningkatkan profesionalisme di bidang IB dan meningkatkan kesadaran masyarakat, melalui : a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM dibidang IB, b. Meningkatkan sarana dan prasarana IB dan c. Meningkatkan kesadaran masyarakat. 4. Untuk merespon isu strategis Mengembangkan pola kemitraan dalam pelayanan IB, dengan strategi : Memantapkan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan IB, mengoptimalkan penggunaan sarana-prasarana, meningkatkan kesadaran petugas, melalui : a. Pendataan kantong-kantong ternak di wilayah Kabupaten Magelang dan kesiapan pihak ketiga/swasta, b. Menfasilitasi masyarakat dalam pelayanan IB, c. Menjalin kemitraan dengan pihak ketiga dalam pelayanan IB dan d. Meningkatkan kesadaran petugas.

The innate regional revenue (PAD) as one of the financial sources in the implementation of regional autonomy urgently needs improvement such that the execution of regional government and development can be smooth, which in turn improves the public welfare. The agricultural sector including the sub sector of cattle breeding as one of the most potential sectors in Magelang regency has an opportunity to be exploited more to increase the innate regional revenue. For that purpose it needs strategies for increasing revenue from the sub sector of cattle breeding through artificial insemination (IB) program. The objectives of this research are to study the strategic issues based on a close examination on the internal and external environments and to formulate the development strategies that give positive impacts to the revenue increase from the sub sector of cattle breeding through artificial insemination service. The research results are expected to be treated as consideration by the Regional Government of Magelang regency, in this case the Office of Cattle and Fish Breeding, in increasing the innate regional revenue. In its effort to increase revenue from the sub-sector of cattle breeding, the Office of Cattle and Fish Breeding in Magelang regency is affected by several strategic factors, namely internal factors that include 7 strengths and 5 weaknesses, as well as external factors that consist of 8 opportunities to be explored and 4 threats to be overcome. From the SWOT analysis are generated 6 strategic issues, which are development of the sub sector of cattle breeding, improvement of competitiveness in artificial insemination field, extension of partnership with third parties, development of partnership pattern in artificial insemination service, decision of tariff for artificial insemination service, and optimisation of SOT functions. From the Litmus test and evaluation of PEST environment are identified 4 issues that are really strategic, namely: 1) decision of tariff for artificial insemination service with a score of 44, 2) development of the sub sector of cattle breeding with a score of 43, 3) improvement of competitiveness in artificial insemination field with a score of 42, and 4) development of partnership pattern in artificial insemination service with a score of 40. From the above 4 strategic issues are further generated the strategies for recommendation to increase revenue from the sub sector of cattle breeding through artificial insemination that include: 1) strategies to respond the strategic issue no 1, the decision of tariff for artificial insemination service, i.e., evaluating and assessing tariff application, improving the use of artificial insemination technology, determining and deciding the tariff by means of a. formation of The Team for Raperda (Regional Regulation Plan) formulation, b. calculation of the proposed tariff for artificial insemination service, c. formulation of Regional Regulation Plan on tariff for artificial insemination service, and e. evaluation on the regional regulation implementation; 2. strategies to respond the strategic issue no. 2 development of the sub sector of cattle breeding, i.e., optimising the exploitation of regional potency, increasing the population, production, and productivity by means of a. inventory of potential areas, b. development of beef cattle, and development of artificial insemination program; 3. strategies to respond the strategic issue no. 3 improvement of competitiveness in artificial insemination field, i.e., mean of improving artificial insemination service, improving professionalism in artificial insemination field, and improving people’s awareness by means of a. improving the quantity and quality of human resources for artificial insemination, b. improving the facilities and infrastructure of artificial insemination, and c. improving people’s awareness; 4. strategies to respond strategic issue no. 4 development of partnership pattern in artificial insemination service, i.e., establishing and improving society empowerment in artificial insemination service, optimising the use of facilities and infrastructure, and improving the staff’s awareness by means of a. inventory of cattle-rich areas in Magelang regency and readiness of third party, b. facilitation for the society in artificial insemination service, c. partnership with third parties in artificial insemination service, and d. improvement of the staff’s awareness.

Kata Kunci : Retribusi Daerah,Sub Sektor Peternakan,Program Inseminasi Buatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.