ANALISIS SISTEM FONDASI PILE-RAFT PADA GEDUNG TINGKAT TINGGI DI ATAS TANAH LUNAK
Dedi Immanuel L Tobing, Prof. Dr. es.sc.tech. Ir. Ahmad Rifa’i, M.T., IPM., ASEAN.Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Pertumbuhan penduduk dan keterbatasan
lahan di kawasan perkotaan seperti Jakarta mendorong pembangunan gedung
bertingkat tinggi. Gedung bertingkat tinggi menghasilkan beban aksial dan momen
guling besar yang menuntut sistem fondasi berkapasitas dukung memadai,
khususnya pada tanah lunak di mana fondasi rakit saja rawan penurunan berlebih
dan fondasi tiang saja kurang efisien. Penelitian ini menganalisis sistem
fondasi tiang-rakit pada gedung bertingkat tinggi 22 lantai di Jakarta Pusat,
dengan tanah didominasi lempung berlanau lunak hingga kaku berdasarkan Standard
Penetration Test (SPT).
Analisis struktur atas menggunakan
ETABS dengan pembebanan sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020 untuk memperoleh
gaya reaksi tumpuan (base reaction). Fondasi rakit dianalisis sebagai
rakit kaku berdasarkan metode faktor kekakuan relatif ACI Committee 336 (1988).
Kapasitas aksial tiang tunggal dihitung dengan metode Meyerhof (1976)
dibandingkan program SHAFT, dan kapasitas lateral dengan metode Reese dan
Matlock (1956) dibandingkan program LPILE. Penurunan dihitung dari komponen
elastik tiang tunggal, elastik kelompok tiang metode Vesic, dan konsolidasi
tanah di bawah ujung tiang. Proporsi beban antara rakit dan kelompok tiang
dihitung menggunakan metode Poulos-Davis-Randolph (PDR). Seluruh analisis
manual dibandingkan dengan simulasi PLAXIS 3D model Hardening Soil (HS),
pada kondisi undrained untuk penurunan seketika dan penurunan
konsolidasi.
Sistem fondasi terdiri dari pelat
rakit setebal 2,21 m dengan 389 tiang bor berdiameter 1 m dan panjang 54 m.
Kapasitas aksial tekan izin tiang tunggal sebesar 3.875,2 kN (manual), dengan
gaya aksial maksimum PLAXIS 3D tetap di bawah nilai tersebut. Proporsi beban
metode PDR menunjukkan rakit memikul 10,42?n kelompok tiang 89,58% (manual),
berbanding 7,27?n 92,73% (PLAXIS 3D). Penurunan total kelompok tiang 93,24
mm (manual) berbanding 19,19 mm (PLAXIS 3D). Defleksi lateral tiang tunggal
0,225 mm arah x dan 0,067 mm arah y (manual), berbanding 4,43 mm dan 5,64 mm
(PLAXIS 3D). Seluruh parameter telah memenuhi persyaratan SNI 8460:2017.
Population growth and land scarcity in urban areas such
as Jakarta have driven the construction of high-rise buildings, generating
large axial loads and overturning moments requiring adequate foundation
capacity. This is challenging on soft soil, where a raft alone risks excessive
settlement and a pile alone is less efficient. This study analyzes a pile-raft
foundation system for a 22-story high-rise building in Central Jakarta, where
the soil is dominated by soft to stiff silty clay based on Standard Penetration
Test (SPT) results.
The superstructure was analyzed using ETABS with loading
per SNI 1726:2019 and SNI 1727:2020 to obtain the base reaction. The raft was
analyzed as a rigid raft based on the relative stiffness factor method of ACI
Committee 336 (1988). Single pile axial and lateral capacities were calculated
using the Meyerhof (1976) and Reese and Matlock (1956) methods and compared
with SHAFT and LPILE. Settlement was calculated from single pile and pile group
elastic settlement (Vesic method) and consolidation settlement beneath the pile
tip. All manual analyses were compared with a PLAXIS 3D simulation using the
Hardening Soil (HS) model, under undrained conditions for immediate settlement
and for consolidation settlement.
The foundation system consists of a 2.21 m thick raft
with 389 bored piles, 1 m in diameter and 54 m long. Manual analysis yielded an
allowable axial capacity of 3,875.2 kN, with the PLAXIS 3D maximum axial force
remaining below this value. The PDR method showed the raft carrying 10.42% and
the pile group 89.58% of the total load (manual), versus 7.27% and 92.73%
(PLAXIS 3D). Total pile group settlement was 93.24 mm (manual) versus 19.19 mm
(PLAXIS 3D). Single pile lateral deflection was 0.225 mm (x) and 0.067 mm (y)
manually, versus 4.43 mm and 5.64 mm (PLAXIS 3D). All parameters satisfied SNI
8460:2017 requirements.
Kata Kunci : fondasi tiang-rakit, tiang bor, tanah lunak, PLAXIS 3D, penurunan fondasi