Laporkan Masalah

Profesionalisme Aparatur Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pelayanan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

WAJDI, Farid, Dr. Yeremias T. Keban

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Penyelenggaraan kegiatan pemerintahan negara yang baik (good governance) telah menjadi isue dan agenda utama di Indonesia dewasa ini. Langkah-langkah untuk memperbaiki pemerintahan negara yang baik, dibuktikan dengan lahirnya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; yang merupakan titik awal berjalannya otonomi daerah. Dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah sebagai konsekuensi dari diberlakukannya undang-undang tersebut, khususnya aparatur pemerintah (PNS) dituntut untuk lebih profesional didalam menjalankan tugas-tugasnya. Aparatur yang profesional pada prinsipnya mengandung dua makna yaitu sebagai profesi dan sebagai pengabdian. Sebagai profesi aparatur dituntut untuk memiliki keterampilan dan keahlian yang dapat diandalkan sebagai penunjang kelancaran pelaksanaan tugas, sedangkan sebagai pengabdian yaitu sikap dan tindakan aparatur dalam menjalankan tugas harus senantiasa mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menggambarkan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme aparatur pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial pada Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk itu jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menfokuskan profesionalisme aparatur pada aspek kecakapan, kreatifitas dan inovasi, dan komitmen. Selain itu juga dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme aparatur yaitu faktor individual: kemampuan dan sikap/tingkah laku aparatur; dan faktor organisasional: kepemimpinan, penghargaan dan insentif. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner (angket), wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan atau gambaran mengenai profesionalisme para aparatur Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial. Para aparatur di instansi teknis Pemerintah Provinsi NAD belum menunjukkan jati diri sebagai public service yang profesional, sehingga penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial pun belum profesional. Hal tersebut dikarenakan para aparatur belum memiliki kemampuan teknis dan kematangan etik (sikap/tingkah laku) yang merupakan komponen terpenting dalam mengembangkan nilai-nilai profesionalisme aparatur. Selain itu, profesionalisme aparatur juga dipengaruhi oleh gaya atau perilaku, pengambilan keputusan dan bentuk komunikasi yang dibangun oleh para pimpinan, baik pimpinan pada level eselon II maupun eselon III. Begitu juga halnya dengan pemberian penghargaan dan insentif yang masih jauh dari harapan dan tidak memenuhi rasa keadilan dan rasa kemanusiaan. Rekomendasi yang disarankan untuk meningkatkan dan mengembangkan nilai-nilai profesionalisme aparatur adalah peningkatan kemampuan teknis aparatur melalui pendidikan dan pelatihan teknis, pembuatan buku saku tentang proses pemberian pelayanan kesejahteraan sosial, perubahan gaya/perilaku pemimpin yang lebih partisipatif dan transformasional serta penataan kembali manajemen pemberian insentif dan penghargaan kepada aparatur yang memenuhi rasa keadilan dan rasa kemanusiaan.

The good governance activities implementation has been an issue and major agenda in Indonesia currently. The steps in the purposes to improve a good state governance which has been proved by the issued the bill no. 22 year 1999 on the Local Government: which is the prior step in the running of local autonomy. In the applying of local autonomy as a consequence of the implementation of the bill particularly toward the government apparatus (PNS), there should be more professional in executing any tasks. In the principle, the professional apparatus have two meanings as a profession and loyalty. As the government apparatus, they are obliged to be skillful and well trained which could be optimized in order to smoothen the duties, meanwhile the loyalty should be the stance and the action where there have to be the priorities on the public services than individuals. The purpose of this study is to know, describe and analyze the factors which influence the apparatus professionalism of the local government in carrying the social welfare service in Departemen of Social Affairs on Nanggroe Aceh Darussalam Province. The type of the study is the descriptive study by focusing on the apparatus professionalism on the skills aspect, creativity and inovation, and commitmen. In addition, there would be the analysis of the factors which influence the apparatus professionalism namely individual factor: ability and behavior of the apparatus and organizational factor: leadership, appreciation and initiative. The data analysis method which used were descriptive qualitative techniques. Then the data collection method were through questionnaires, interview, observation and documentation study by using purposive sampling technique. Based on the result of the study and data analysis have done, it could be concluded or described on the apparatus profesionalism of Department of Social Affair on Nanggroe Aceh Darussalam Province. The apparatus technical institution of Nanggroe Aceh Darussalam Province did not show the good performance in public service profesionally, so that the social welfare services were not professional also. Indeed, it is caused by the apparatus who were lack technical abilities and ethical mature (stance/behavior) which are the important components in improving the values of the apparatus professionalism. Beside, tey were also influenced by the style or the behavior, decisions making and communication relationships among leaders whether the leaders on the second or third echelons. Moreover, the achievement appreciation and incentive have been far from the hope and did not fulfill the justice and humanity senses. The recommendations are suggested in order to improve and empower the apparatus professionalism values in dealing with the increasing the technical abilities of the apparatus through the education and technical trainings, the providing of the pocket guide books on the providing the social welfare services, the leadership style/behavior changes which are more participative and transformational and also management rearranging of incentive distributing and appreciation toward the apparatus in order to fulfill the justice and humanity senses.

Kata Kunci : Pelayanan Publik,Profesionalisme Aparatur Pemda


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.