PROYEKSI POTENSI PENGGUNAAN BBM DI REST AREA BERDASARKAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS JALAN TOL YOGYAKARTA-BAWEN SEKSI 4
Roberta Alvina Anantya, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 4
(Magelang-Temanggung) merupakan ruas jalan tol baru yang belum memiliki data
historis terkait penjualan bahan bakar minyak (BBM), sehingga perencanaan
fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di rest area tersebut
memerlukan pendekatan proyeksi yang analitis. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis karakteristik lalu lintas, mengestimasi potensi kendaraan yang
singgah di rest area, mengestimasi volume penggunaan BBM, serta
merumuskan rekomendasi perencanaan infrastruktur SPBU pada periode konsesi 2028-2080.
Penelitian ini menggunakan data sekunder
berupa Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan komposisi golongan kendaraan yang
diperoleh dari PT Jasamarga Jogja Bawen. Proyeksi lalu lintas dilakukan dengan
metode pertumbuhan majemuk yang dibagi menjadi tiga skenario, yaitu pesimis,
moderat, dan optimis. Estimasi kendaraan yang singgah dihitung menggunakan
parameter capture rate sebesar 5-15% serta 30% di antaranya melakukan
pengisian BBM. Estimasi volume BBM dihitung berdasarkan acuan model konsumsi
bahan bakar Pedoman Bina Marga Pd T-15-2005-B dengan kelandaian mengau pada
nilai tanjakan dan turunan rata-rata untuk medan perbukitan serta jarak perjalanan
lanjutan rata-rata 400 km, kemudian dipisahkan menjadi bensin dan solar dengan
proporsi 70:30.
Hasil penelitian menunjukkan lalu lintas
didominasi oleh kendaraan Golongan I (88,42% pada Skenario Moderat tahun 2028)
dan diproyeksikan terus meningkat hingga tahun 2080. Total potensi kebutuhan
BBM pada Skenario Moderat diproyeksikan mencapai 21620,42 liter/hari pada 2028
dan meningkat menjadi 130915,81 liter/hari pada 2080, dengan kebutuhan bensin
yang konsisten mendominasi solar pada seluruh skenario. Berdasarkan hasil
tersebut, direkomendasikan penyediaan tangki pendam berkapasitas 50 KL untuk
bensin dan 30 KL untuk solar guna ketahanan stok 3-4 hari, konfigurasi pulau dispenser
dengan rasio solar:bensin adalah 3:2 , serta strategi pembangunan bertahap yang
mengikuti pertumbuhan LHR.
Section 4 of the
Yogyakarta-Bawen Toll Road (Magelang-Temanggung) is a new segment, without
historical fuel sales data, so planning the fuel station facilities at its rest
area requires an analytical projection approach. This study aims to analyze
traffic characteristics, estimate the potential number of vehicles stopping at
the rest area, calculate the potential fuel consumption volume, and formulate recommendations
for SPBU infrastructure planning over the 2028-2080 consession period.
The study uses
secondary data on Average Daily Traffic and vehicle-class composition obtained
from PT Jasamarga Jogja Bawen. Traffic projection was conducted using the
compound growth method across three scenarios: pessimistic, moderate, and
optimistic. The number of stopping vehicles was estimated using capture rates
of 5-15%, assuming 30% of them will refuel. Final volume was estimated based on the Bina Marga Pd
T-15-2005-B fuel consumption model, considering slope values for average uphill
and downhill terrain in hilly areas and an average continued travel distance of
400 km, then separated into gasoline and diesel with a 70:30 ratio.
The results how the
traffic is dominated by Class I vehicles (88,42% in the 2028 moderate scenario)
and is projected to keep increasing until 2080. The total potential fuel demand
in the moderate scenario is projected at 21620,42 liters/day in 2028, rising to 130915,81
liters/day in 2080, with gasoline constantly dominating diesel across all
scenarios. Accordingly, the study recommends providing underground storage 50
KL for gasoline and 30 KL for diesel for a 3-4 day stock reserve, a dispenser-island
configuration with a diesel-to-gasoline ratio of 3:2, and a modular phased
development strategy following ADT growth.
Kata Kunci : jalan tol, karakteristik lalu lintas, capture rate, rest area, proyeksi BBM