Prevalensi Escherichia coli dan Profil Resistansi terhadap Tetrasiklin dan Streptomisin pada Ikan Nila (Oreochromis sp.) dan Ikan Lele (Clarias sp.) serta Lingkungan Kolam Budidaya sebagai Indikator Kesehatan Masyarakat Veteriner di Kecamatan Minggir
Tristan Angga Putrabhakti, Dr. Roza Azizah Primatika, S.Si., M.Si
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Escherichia
coli merupakan bakteri indikator pencemaran fekal yang
keberadaannya dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan budidaya
dan keamanan pangan asal ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
prevalensi Escherichia coli serta profil resistansinya terhadap
tetrasiklin dan streptomisin pada ikan nila (Oreochromis sp.), ikan lele
(Clarias sp.), serta lingkungan kolam budidaya di Kecamatan Minggir,
Kabupaten Sleman. Sebanyak 91 sampel yang terdiri atas daging ikan, air sumber,
air kolam, air buangan, dan tanah dikoleksi dari unit budidaya ikan nila dan
ikan lele. Isolasi dan identifikasi bakteri dilakukan melalui tahap pengayaan
menggunakan Buffered Peptone Water (BPW), penanaman pada Eosin Methylene Blue
Agar (EMBA), pewarnaan Gram, serta uji biokimia meliputi TSIA, SIM, dan IMViC.
Pengujian sensitivitas antibiotik dilakukan menggunakan metode difusi cakram (Kirby–Bauer)
berdasarkan pedoman Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil
penelitian menunjukkan prevalensi E. coli sebesar 63,74% (58/91 sampel),
dengan 49 isolat berasal dari ekosistem budidaya ikan nila dan 9 isolat berasal
dari ekosistem budidaya ikan lele. Pengujian sensitivitas antibiotik
menunjukkan bahwa 44,83% (26/58) isolat bersifat resistan terhadap tetrasiklin
dan 56,90% (33/58) isolat bersifat resistan terhadap streptomisin, sedangkan
20,69% (12/58) isolat menunjukkan kategori intermediet terhadap streptomisin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. coli ditemukan pada ikan air tawar
dan lingkungan budidaya di Kecamatan Minggir serta sebagian isolat memiliki
resistansi terhadap tetrasiklin dan streptomisin. Temuan ini dapat digunakan
sebagai data dasar dalam pemantauan bakteri indikator dan resistansi
antimikroba pada sistem budidaya perikanan
Escherichia coli is a fecal
contamination indicator bacterium whose presence can be used to evaluate
environmental quality in aquaculture systems and the safety of fish-derived
food products. This study aimed to determine the prevalence of Escherichia
coli and its resistance profiles to tetracycline and streptomycin in
Nile tilapia (Oreochromis sp.), catfish (Clarias sp.),
and aquaculture pond environments in Minggir District, Sleman Regency. A total
of 91 samples consisting of fish tissue, source water, pond water, wastewater,
and pond soil were collected from tilapia and catfish farming systems.
Isolation and identification of the bacteria were performed through enrichment
in Buffered Peptone Water (BPW), cultivation on Eosin
Methylene Blue Agar (EMBA), Gram staining, and biochemical testing
including TSIA, SIM, and IMViC. Antimicrobial susceptibility testing was
conducted using the Kirby–Bauer disk diffusion method according to Clinical and
Laboratory Standards Institute (CLSI) guidelines. The results showed an
overall E. coli prevalence of 63.74% (58/91 samples), with 49
isolates originating from tilapia farming systems and 9 isolates from catfish
farming systems. Antimicrobial susceptibility testing showed that 44.83%
(26/58) of isolates were resistant to tetracycline and 56.90% (33/58) were
resistant to streptomycin, while 20.69% (12/58) were categorized as
intermediate to streptomycin. The study identified the presence of E.
coli in freshwater fish and aquaculture pond environments in Minggir
District, with a proportion of isolates showing resistance to tetracycline and
streptomycin. These results provide baseline data information for monitoring
indicator bacteria and antimicrobial resistance in aquaculture production
systems
Kata Kunci : Escherichia coli, Clarias sp., Minggir, Oreochromis sp., Resistansi Antibiotik