Penerapan Good Dairy Farming Practice pada Kemitraan Closed Loop Domba Awassi di Kabupaten Malang dan Sekitarnya
Handayani, Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, M.S., Ph.D., IPM.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Ketidakseimbangan antara konsumsi dan produksi susu di Indonesia telah membuka potensi diversifikasi komoditas peternakan melalui pengembangan domba Awassi sebagai ternak perah yang adaptif di daerah tropis. Keberhasilan usaha ini membutuhkan penerapan Good Dairy Farming Practice (GDFP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GDFP pada kemitraan closed loop domba Awassi di Kabupaten Malang dan sekitarnya. Responden berjumlah tiga orang, terdiri atas satu orang peternak inti dan dua orang peternak mitra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan observasi. Aspek yang diamati meliputi kesehatan ternak, higienitas pemerahan, nutrisi (pakan dan air), kesejahteraan hewan, lingkungan, serta manajemen sosial ekonomi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Data penerapan GDFP yang diperoleh dari pengisian kuesioner disimpulkan sesuai dengan indikator yang telah disusun dan diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1. Selanjutnya, total skor penerapan GDFP diklasifikasikan ke dalam lima kategori penilaian, yaitu: Sangat Buruk, Buruk, Cukup, Baik, dan Sangat Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GDFP di ketiga lokasi penelitian tergolong sangat baik. Peternakan yang memelihara domba bunting, yaitu Peternakan Kambing Burja memperoleh total nilai penerapan GDFP sebesar 93 dan Peternakan Mitra Karangploso sebesar 92. Peternakan yang memelihara domba laktasi, yaitu Peternakan Sumik memperoleh total nilai sebesar 99. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan GDFP pada kemitraan closed loop domba Awassi telah terlaksana. Ketiga peternakan telah menerapkan sebagian besar aspek GDFP dalam pemeliharaan domba Awassi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, yaitu aspek lingkungan pada peternakan yang memelihara domba bunting serta aspek nutrisi (pakan dan air), lingkungan, dan manajemen sosial ekonomi pada peternakan yang memelihara domba laktasi.
The imbalance between milk consumption and production in Indonesia has created opportunities to diversify livestock products by developing Awassi sheep as dairy animals well adapted to tropical conditions. The success of this initiative depends on implementing Good Dairy Farming Practices (GDFP). This study aimed to evaluate the implementation of GDFP in a closed-loop partnership for Awassi sheep in Malang Regency and its surrounding areas. The respondents included three farmers: one nucleus farmer and two partner farmers. The research methods employed were surveys and observations. The evaluation focused on several aspects, including animal health, milking hygiene, nutrition (feed and water), animal welfare, environment, and socio-economic management. The study analyzed the data descriptively. The study evaluated GDFP implementation data collected via questionnaires using predetermined indicators, assigning scores of 5, 4, 3, 2, and 1. The study then classified the total GDFP implementation score into five performance categories: Very Bad, Bad, Quite Good, Good, and Very Good. The results indicated that the implementation of GDFP across all three study sites received a Very Good rating. Among the farms raising pregnant ewes, Kambing Burja Farm achieved a total GDFP implementation score of 93, while Karangploso Partner Farm obtained a score of 92. Sumik Farm, which focused on raising lactating ewes, achieved a total score of 99. In conclusion, GDFP has been successfully implemented in the Awassi sheep closed-loop partnership system. All three farms demonstrated the implementation of most GDFP aspects in their management of Awassi sheep. However, several areas still require improvement, particularly in environmental management on farms with pregnant ewes, as well as nutrition (feed and water), environment, and socio-economic management on farms raising lactating ewes.
Kata Kunci : Domba Awassi, Good Dairy Farming Practice, Kemitraan Closed Loop