Laporkan Masalah

Globalisasi Budaya Pop dan Terbentuknya Pasar Produk Budaya Pop Jepang Berbasis Komunitas di Indonesia: COMIFURO dan COMIPARA

Alivia Zahra Widaryanto, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Terminologi “otaku” sebagai penggambaran penggemar budaya pop Jepang kini tidak lagi melekat terbatas pada masyarakat Jepang dan telah merambah ke masyarakat dunia. Keterbukaan batas-batas negara, munculnya sosial media, dan kemudahan akses pariwisata membuat budaya pop Jepang sangat mudah menyebar ke seluruh dunia. Selain persebaran, penerimaan masyarakat dunia terhadap budaya pop Jepang menjadi katalisator terbesar tumbuhnya komunitas otaku. Animasi yang detail, karakterisasi tokoh dalam manga yang bervariasi, gaya gambar (art style) yang menarik, konstruksi lirik yang dekat dengan penggemar dan nada yang nyaman didengar di J-Pop, menjadi poin positif yang berhasil membuat budaya pop Jepang banyak digemari. Komunitas otaku sebagai perkumpulan penggemar budaya pop Jepang bertumbuh pesat dan kemudian menciptakan ruang untuk menyalurkan hobinya. Perkumpulan penyaluran hobi ini berkembang menjadi sebuah wadah transaksi yang disebut “pasar otaku”. Di Jepang, pasar otaku dinamai Comic Market (COMIKET) yang kemudian menginspirasi lahirnya pasar otaku lain di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Comic Frontier (COMIFURO) di Jakarta dan Comic Paradise (COMIPARA) di Yogyakarta hadir sebagai representasi pasar otaku di Indonesia. Dengan melihat perkembangan komunitas otaku, penelitian ini akan melihat proses terbentuknya pasar otaku sebagai manifestasi pasar berbasis komunitas, proses penerimaan ide pasar otaku ke Indonesia, terbentuknya COMIFURO dan COMIPARA sebagai representasi pasar otaku di Indonesia, dan kelanggengan eksistensi COMIFURO dan COMIPARA sebagai bentuk internalisasi sekaligus ekspansi budaya pop Jepang di Indonesia sebagai agenda politik.

“Otaku” terminology as a portrayal of Japanese pop culture fans are spreading worldwide and no longer associated merely with Japanese people. The openness of state boundaries, the rise of social media and the convenience of tourism are the catalyst of the mass spreading of Japanese pop culture across the world. Aside from the spreading, the acceptance of world society towards Japanese pop culture is the main reason for the growth of the otaku community. Detailed animation, varied characterization of manga characters, mesmerising art style, lyrics construction that are related with fans and easy listening beat of J-pop, and other positive points succeed to make Japanese pop culture widely popular. The otaku community grows rapidly, followed by an initiation to create a congregation to funnel their hobbies. This congregation develops as a space of transaction, namely “otaku market”. In Japan, the otaku market is named Comic Market (COMIKET) which inspired the emergence of other otaku markets worldwide, including Indonesia. Comic Frontier (COMIFURO) and Comic Paradise (COMIPARA) exist as a representation of the otaku market in Indonesia. By viewing the development of otaku community, this research aim to see the process of otaku market creations as a manifestation of community based market, the creation of COMIFURO and COMIPARA as a representation of otaku market in Indonesia, and the sustainability of COMIFURO and COMIPARA existence as a form of internalization and expansion of Japanese pop culture in Indonesia as a political agenda.

Kata Kunci : Globalisasi Budaya Pop Jepang, Otaku, Pasar Berbasis Komunitas, COMIKET, COMIFURO, COMIPARA.

  1. S1-2026-497416-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497416-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497416-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497416-title.pdf