Laporkan Masalah

Karakteristik Morfologi dan Produksi Biomassa Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) dan Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) di Dataran Tinggi Petunngkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah

Rafli Vilandyan Arman, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan produksi biomassa pada rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) dan rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott), serta untuk mengetahui jenis rumput yang mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik di dataran tinggi Kecamatan Petungkriyono. Penelitian dilakukan di lapangan selama 120 hari dengan menanam kedua jenis rumput pada plot yang telah ditentukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan setiap kultivar. Dosis pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK 15:15:15 400 kg/ha/tahun dan Urea 150 kg/ha/tahun. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, serta diameter batang. Selain itu, dilakukan juga analisis produksi biomassa yang mencakup produksi segar, bahan kering, dan bahan organik. data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan independent sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput pakchong memiliki kinerja pertumbuhan yang lebih unggul dibandingkan rumput Odot di dataran tinggi Kecamatan Petungkriyono. Secara morfologi, rumput Pakchong memiliki memiliki perbedaan yang nyata (P<0>0,05) pada produksi segar kedua kultivar. Dapat disimpulkan bahwa kedua jenis rumput mampu beradaptasi dengan baik di dataran tinggi Kecamatan Petungkriyono, namun rumput Pakchong memiliki potensi produktivitas yang lebih baik untuk dikembangkan sebagai pakan ternak di lokasi tersebut.

This study aims to characterize the morphological features and biomass production of Pakchong grass (Pennisetum purpureum cv Thailand) and Odot grass (Pennisetum purpureum cv Mott), as well as to identify which grass type can adapt and thrive in the highlands of Petungkriyono District. Conducted over 120 days in a field setting, the research employed a Completely Randomized Design (CRD) with four replicates for each cultivar, utilizing NPK fertilizer (15:15:15) at a dosage of 400 kg/ha/year and Urea at 150 kg/ha/year. Observed parameters included plant height, leaf length, leaf width, and stem diameter, alongside analyses of biomass production comprising fresh yield, dry matter, and organic matter. Statistical analysis was performed using independent sample t-tests with SPSS software. The findings revealed that Pakchong grass exhibited superior growth performance compared to Odot grass in the highland environment. Morphologically, Pakchong grass showed significant differences (P<0>0.05) in fresh yield between the two cultivars. In conclusion, while both grass types demonstrate good adaptability in the highlands of Petungkriyono, Pakchong grass shows greater potential for productivity, making it a more favorable option for livestock feed in the area.

Kata Kunci : rumput pakchong, rumput odot, adaptasi, morfologi, produksi biomassa

  1. S1-2026-440150-abstract.pdf  
  2. S1-2026-440150-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-440150-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-440150-title.pdf