Laporkan Masalah

Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Banten dan Provinsi Bali Tahun 2024

Aisyah Istikarim Wulandari, Dr. Sumirah, M.Si.

2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

Otonomi daerah menuntut pemerintah daerah mampu mengelola keuangannya secara mandiri, efektif, efisien, dan akuntabel. Provinsi Banten dan Provinsi Bali merupakan dua provinsi dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi terhadap Pendapatan Daerah secara nasional pada tahun 2024, namun memiliki basis ekonomi kontras Banten bertumpu pada industri dan perdagangan, sedangkan Bali bertumpu pada pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Banten dan Provinsi Bali Tahun Anggaran 2024, serta membandingkan struktur pendapatan dan belanja daerah kedua provinsi. Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan data sekunder berupa Ringkasan Realisasi APBD Tahun 2024 dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI serta Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) kedua provinsi. Analisis dilakukan melalui lima rasio keuangan daerah kemandirian, efektivitas, efisiensi, ketergantungan, dan keserasian belanja serta analisis kontribusi komponen dan sub-komponen pendapatan dan belanja daerah. Hasil penelitian menunjukkan kedua provinsi berada pada kategori relatif sama pada hampir seluruh rasio: kemandirian sedang, efektivitas PAD sangat efektif, dan efisiensi belanja kurang efisien akibat dominasi belanja operasi yang bersifat mengikat. Meski demikian, struktur PAD kedua provinsi berbeda signifikan; Banten sangat terkonsentrasi pada Pajak Daerah (94,77%), sedangkan Bali memiliki sumber PAD lebih terdiversifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingginya PAD dan kemandirian fiskal tidak serta-merta menjamin kinerja keuangan yang baik secara menyeluruh, karena efisiensi pengelolaan belanja tetap menjadi titik lemah pada kedua provinsi.

Regional autonomy requires local governments to manage their finances independently, effectively, efficiently, and accountably. Banten and Bali Provinces recorded the highest contribution of Locally-Generated Revenue (PAD) to total regional revenue nationally in 2024, despite having contrasting economic bases Banten relies on industry and trade, while Bali relies on tourism. This study aims to analyze and compare the financial performance of the Banten and Bali Provincial Governments for fiscal year 2024, and to compare the structure of regional revenue and expenditure between the two provinces. This study employs a descriptive-comparative design using secondary data from the 2024 Regional Budget Realization Summary published by the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK), Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, supplemented by the Notes to Financial Statements (CaLK) of both provinces. The analysis applies five regional financial ratios independence, effectiveness, efficiency, dependency, and expenditure compatibility along with a contribution analysis of revenue and expenditure components and sub-components. Results indicate that both provinces fall into largely similar categories across most ratios: moderate fiscal independence, highly effective PAD realization, and less-efficient expenditure management due to the dominance of binding operational expenditure. Nevertheless, the composition of PAD differs substantially between the two provinces; Banten is heavily concentrated in Local Taxes (94.77%), whereas Bali exhibits a more diversified PAD structure. The study concludes that high PAD and fiscal independence do not automatically guarantee overall sound financial performance, as expenditure efficiency remains a weak point for both provinces.

Kata Kunci : kinerja keuangan daerah, kontribusi pendapatan asli daerah, rasio keuangan daerah

  1. D4-2026-505962-abstract.pdf  
  2. D4-2026-505962-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-505962-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-505962-title.pdf