Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk penentuan jalur optimum dalam kegiatan verifikasi lapangan Pajak Bumi dan Bangunan :: Studi kasus di Kota Malang
FAHRUDI, Iwan, Ir. Hadiman, M.Sc
2005 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaKelangsungan peran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sebagai salah satu sumber penerimaan Pemerintah Daerah yang cukup penting harus didukung dengan pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat wajib pajak. Untuk meningkatkan pelayanan PBB, idealnya setiap jenis permohonan yang menyangkut data obyek dan subyek PBB dilakukan pemeriksaan lapangan. Dalam prakteknya, tidak semua permohonan yang memenuhi syarat dapat dilakukan pemeriksaan lapangan, sebagaimana yang juga terjadi di Kantor Pelayanan PBB Malang. Keterbatasan jumlah tenaga pemeriksa menjadi salah satu penyebabnya, selain faktor kondisi kemacetan arus lalu lintas dan adanya pegawai baru yang belum hafal jalan-jalan di dalam kota. Kurang tepatnya pemilihan rute yang ditempuh dapat menyebabkan terbuangnya waktu dan tenaga sehingga jumlah obyek pajak yang dapat diperiksa tidak optimal. Teknologi Sistem Informasi Geografis modern memberikan kemudahan dalam kegiatan penentuan rute optimum. Data spasial yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain peta jaringan jalan, peta batas administrasi dan peta bidang PBB, semua dalam sistem proyeksi UTM. Data atribut yang diperlukan meliputi data atribut jaringan jalan serta data subyek dan obyek PBB. Tahapan dan perangkat lunak dalam pembuatan aplikasi jalur optimum ini antara lain; penyiapan data atribut dan lokasi spasial obyek pajak dengan MapInfo 7.8, penyiapan peta jaringan jalan dan pengisian atributnya dengan ArcView 3.3, pembentukan topologi jaringan jalan dengan ArcInfo 8.1, pembuatan program aplikasi dengan ArcView script avenue, serta analisis jalur optimum dalam kegiatan verifikasi lapangan PBB. Dengan informasi jaringan jalan yang relatif akurat, aplikasi penentuan rute berbasiskan SIG ini dapat memberikan informasi yang detail mengenai rute dengan cost terkecil antar beberapa lokasi. Hasil aplikasi penentuan rute dapat meliputi pilihan ruas jalan, jarak tempuh, waktu tempuh, serta peta yang menampilkan solusi rute. Dengan menggunakan sampel lokasi obyek pajak sebanyak 159 yang tersebar merata di kota Malang, aplikasi dapat memberikan perencanaan penyelesaian seluruh obyek pajak selama dua minggu empat hari dengan rata-rata penyelesaian per hari mencapai lebih dari sepuluh obyek pajak, dibandingkan praktek di KP PBB Malang rata-rata lima obyek pajak per hari.
Continuity of Land and Building Tax (PBB) contribution as one of local government’s revenue sources must be supported by good services given to the taxpayers. To increase the PBB service quality, taxable object’s inspections ideally must be done to every objection that be sent by taxpayers. Practically, taxable object’s inspection could not be done to every kind of objection received, which happened too in KP PBB Malang. Lack of officers capable with this job is one of the causes. Traffic jams and new officers that were unfamiliar with local streets are the other causes. Wrong routes that have been taken will cause time and resources losses so that the amount of taxable objects must be inspected were not optimum. GIS technology gives advantages in best routing activities. Spatial data needed in this research include road map, Malang city boundary map, and PBB parcels map, all of them were in UTM projection. Attribute data needed include street attribute data and taxable object and subject data. Steps and softwares to be done to make best route application work are; preparation of taxable object’s attribute and spatial location data using MapInfo 7.8, editing of road map and attribute data entry of that road map using ArcView 3.3, creating topology of road map using ArcInfo 8.1, Avenue script making, and best route analysis in PBB tax inspection activities. With sufficiently accurate street information, this GIS-based routing application can generate detailed information concerning the shortest routes between locations. The result of this application includes directions, street segment sequences, travel time and map displaying the route solution. By using taxpayer’s location samples as 159 which located around Malang City, this application gives the plan that of inspection activity could be finished in two weeks and four days by more than ten taxable objects inspected per day average, compared to practically five objects inspected per day.
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis,Verifikasi PBB, geographical information system, best route, tax inspection