Laporkan Masalah

Analisis Spillover Effect Faktor Sosial Ekonomi terhadap Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

Aisyah Amanda Widyanti, Amesta Kartika Ramadhani, S.T., M.P.W.K

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi lokal dan interaksi antarwilayah tetangga. Tingkat keterkaitan antarwilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dipengaruhi tidak hanya oleh faktor internal, tetapi juga dipengaruhi efek limpahan spasial dari daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan tidak langsung faktor sosial ekonomi terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut selama 2020 – 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif dengan menggunakan data panel dan analisis Spatial Durbin Model (SDM). Ketahanan pangan diukur menggunakan IKP (Indeks Ketahanan Pangan), sedangkan variabel independen meliputi produktivotas padi, pengeluaran pangan per kapita, kepadatan penduduk, dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pangan memiliki variasi sepasial dengan nilai IKP yang tinggi terkonsentrasi di daerah perkotaan, khususnya Metropolitan Jabodetabek. Analisis pengaruh langsung dan spillover effect menunjukkan bahwa pengeluaran pangan per kapita dan kepadatan penduduk berpengaruh postif dan signifikan terhadap ketahanan pangan, sedangkan produktivitas padi dan pertumbuhan ekonomi tidak signifikan secara statistik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan di wilayah penelitian lebih dipengaruhi oleh akses ekonomi terhadap pangan dan karakteristik demografis daripada kapasitas produksi pangan lokal.

Food security is a strategic issue influenced by local socioeconomic conditions and interactions between neighboring regions. The level of interregional connectivity in DKI Jakarta, West Java, and Banten indicates that food security can be influenced not only by internal factors but also by spatial spillover effects from surrounding areas. This study aims to analyze the direct and indirect effects of socioeconomic factors on food security in these regions during 2020–2024. The study employs a quantitative approach using panel data and Spatial Durbin Model (SDM) analysis. Food security is measured using the Food Security Index (FSI), while the independent variables include rice productivity, per capita food expenditure, population density, and economic growth. The results indicate that food security exhibits spatial variation, with high FSI values concentrated in urban areas, particularly the Jabodetabek Metropolitan Area. Direct effect and spillover effect analyses indicate that per capita food expenditure and population density have positive and significant effects on food security, whereas rice productivity and economic growth are not statistically significant. These results suggest that food security in the study area is more influenced by economic access to food and demographic characteristics than by local food production capacity.

Kata Kunci : food security, socio-economic factors, spatial spillover effect

  1. D4-2026-504967-abstract.pdf  
  2. D4-2026-504967-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-504967-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-504967-title.pdf