Shaped By The Systems and Narratives : The Role of Media and Institutions as Influencers in Gen Z’s Understanding of Megathrust Disaster Risk
Khalaf Naufal, Drs. I Gusti Ngurah Putra, M.A
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa Generasi Z di Indonesia memahami risiko bencana megathrust melalui media digital dan komunikasi institusional. Dengan menggunakan Teori Representasi Sosial dan Teori Pembingkaian (Framing), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pesan-pesan terkait bencana dipilih, ditekankan, diedarkan, dan diinterpretasikan oleh audiens muda. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui kuesioner penyaringan, diskusi kelompok terarah (FGD), wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh partisipan, observasi digital, serta analisis artefak digital pilihan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para partisipan menginterpretasikan risiko megathrust dengan cara yang beragam dan saling tumpang tindih. Tiga orientasi interpretatif utama berhasil diidentifikasi. Technocrat Rationalizers memahami isu ini melalui pengetahuan akademik, data teknis, dan informasi ilmiah resmi. Affective Consumers menghubungkan ancaman tersebut dengan pengalaman emosional, ingatan akan gempa bumi di masa lalu, dan paparan berulang terhadap konten bencana yang intens. Sementara itu, Discursive Skeptics berfokus pada kredibilitas media, sensationalisme, kesiapsiagaan pemerintah, dan akuntabilitas institusional. Orientasi-orientasi ini bukanlah kategori yang kaku, melainkan pola interpretasi yang fleksibel. Penelitian ini juga menemukan bahwa paparan media saja tidak menentukan persepsi risiko. Pemahaman partisipan dibentuk oleh relevansi pribadi, latar belakang akademik, pengalaman sebelumnya, kepercayaan pada sumber informasi, dan persepsi terhadap kesiapan institusi. Teori Pembingkaian menjelaskan bagaimana aspek-aspek tertentu dari ancaman megathrust menjadi lebih menonjol, sedangkan Teori Representasi Sosial menjelaskan bagaimana partisipan menghubungkan risiko tersebut dengan pengetahuan yang familiar, emosi, dan kepedulian sosial. Studi ini menyarankan agar komunikasi bencana di masa depan memprioritaskan penjelasan ilmiah yang jelas, sumber yang kredibel, panduan mitigasi yang praktis, dan pembingkaian emosional yang hati-hati.
This study examines how Indonesian Generation Z university students understand megathrust disaster risk through digital media and institutional communication. Using Social Representation Theory and Framing Theory, the research explores how disaster-related messages are selected, emphasized, circulated, and interpreted by young audiences. The study applies a qualitative approach through a screening questionnaire, a focus group discussion, semi-structured interviews with ten participants, digital observation, and analysis of selected digital artifacts. The findings show that participants interpreted megathrust risk in diverse and overlapping ways. Three main interpretive orientations were identified. Technocrat Rationalizers understood the issue through academic knowledge, technical data, and official scientific information. Affective Consumers connected the threat to emotional experience, past earthquake memories, and repeated exposure to intense disaster content. Discursive Skeptics focused on media credibility, sensationalism, government preparedness, and institutional accountability. These orientations are not fixed categories, but flexible patterns of interpretation. The study also finds that media exposure alone does not determine risk perception. Participants’ understanding was shaped by personal relevance, academic background, previous experience, trust in information sources, and perceptions of institutional readiness. Framing Theory explains how certain aspects of the megathrust threat became more prominent, while Social Representation Theory explains how participants connected the risk to familiar knowledge, emotions, and social concerns. The study suggests that future disaster communication should prioritize clear scientific explanation, credible sources, practical mitigation guidance, and careful emotional framing.
Kata Kunci : Keywords: Generation Z, megathrust risk, disaster communication, media framing, social representation.