Analisis Lebih Bayar Pajak Masukan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) Berisiko Rendah pada Studi Kasus Proyek KPBU PT Hutama Mambelim Trans Papua
Andita Dwinanda, Hilda Octavana Siregar, S.E., M. Acc
2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis perlakuan atas lebih bayar pajak masukan bagi PKP
berisiko rendah pada proyek KPBU PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus
melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Sumber data dalam penelitian
ini adalah data primer yang dianalisis menggunakan teori agensi sebagai grand
theory serta tax planning dan arus kas sebagai teori pendukung. Fokus
penelitian diarahkan pada analisis perlakuan pajak masukan selama masa
konstruksi yang dikaitkan dengan faktor-faktor yang melatarbelakanginya,
implikasinya terhadap arus kas dan likuiditas, serta perumusan decision
framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode konstruksi,
akumulasi pajak masukan PT HMTP lebih besar daripada pajak keluarannya,
sehingga perusahaan mengalami posisi lebih bayar yang secara konsisten
dikompensasikan ke masa pajak berikutnya. Meskipun berstatus sebagai PKP
berisiko rendah dan berhak memperoleh fasilitas pengembalian pendahuluan,
perusahaan belum memanfaatkan fasilitas tersebut. Hal tersebut dipengaruhi oleh
faktor struktural perusahaan, strategi pengelolaan arus kas, kesiapan
administrasi, mitigasi risiko dan regulasi perpajakan serta tata kelola
organisasi. Simulasi penerapan pengembalian (restitusi) terhadap arus kas
menunjukkan peningkatan melalui pengembalian dana yang dapat digunakan kembali untuk mendukung
pembiayaan proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlakuan atas lebih bayar
pajak masukan bagi PKP berisiko rendah, tidak hanya bersifat administratif,
tetapi juga merupakan bagian dari strategi keuangan dan pengambilan keputusan
dalam mendukung keberlanjutan proyek KPBU.
This study aims to analyze the
treatment of input tax overpayments for low-risk Taxable Entrepreneurs (PKP)
within the PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) Public-Private Partnership
(PPP) project. A qualitative method employing a case study approach was used,
utilizing observation, interviews, and document analysis. Primary data served
as the basis for analysis, with agency theory as the grand theory, supported by
tax planning and cash flow theories. The research focuses on analyzing input
tax treatment during the construction phase considering underlying factors,
implications for cash flow and liquidity, and the formulation of a decision
framework and examines the associated organizational governance. The results
indicate that during the construction period, PT HMTP’s accumulated input tax
exceeded its output tax, resulting in an overpayment position that was
consistently carried forward to subsequent tax periods. Despite holding
low-risk PKP status and being eligible for accelerated tax refunds, the company
had not yet utilized this facility. This decision was influenced by factors
such as the company's structure, cash flow management strategy, administrative
readiness, risk mitigation, tax regulations, and organizational governance.
Simulations regarding the impact of tax refunds on cash flow demonstrated an
improvement, as the recovered funds could be reinvested to support project
financing. The study concludes that the treatment of input tax overpayments for
low-risk PKP is not only about an administrative matter but an integral part of
financial strategy and decision-making aimed at ensuring the sustainability of
the PPP project.
Kata Kunci : Lebih Bayar, Pajak Masukan, Pengembalian Pendahuluan, PKP Berisko Rendah, Tax Planning. /Overpayment, Input Tax, Preliminary Refund, Low Risk PKP, Tax Planning.