Laporkan Masalah

PREVALENSI NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA MERPATI DOMESTIK RAS TINGGIAN (COLUMBA LIVIA DOMESTICA) DI KABUPATEN BANTUL

Embun Fitri Andini, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya data mengenai kejadian nematodiasis pada merpati ras tinggian di Kabupaten Bantul, padahal infeksi nematoda dapat menurunkan kondisi kesehatan dan performa burung. Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan feses sebagai cara untuk mendeteksi keberadaan telur cacing sekaligus mengetahui tingkat infeksi dalam populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis nematoda yang menginfeksi serta menghitung prevalensi dan tingkat infeksi pada merpati domestik ras tinggian. Sampel yang digunakan berupa 50 feses segar yang diambil secara acak dari Kecamatan Kotagede dan Pajangan selama bulan Desember hingga Januari. Pemeriksaan dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik sentrifugasi untuk identifikasi telur cacing, serta secara kuantitatif menggunakan metode McMaster untuk menghitung jumlah telur per gram feses (EPG). Hasil penelitian menunjukkan adanya infeksi nematoda yang disebabkan oleh Ascaridia columbae dan Capillaria sp., dengan prevalensi total sebesar 40%. Prevalensi di Kecamatan Kotagede lebih tinggi dibandingkan Pajangan, dan berdasarkan nilai EPG sebagian besar infeksi termasuk kategori sedang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nematodiasis cukup umum terjadi pada merpati ras tinggian di wilayah penelitian dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sanitasi kandang, pengaturan kepadatan, serta pemeriksaan dan pengobatan secara berkala sebagai upaya pengendalian infeksi.

This research is motivated by the limited data regarding the incidence of nematodiasis in high-flying pigeons in Bantul Regency, even though nematode infections can decrease the health condition and performance of the birds. Therefore, fecal examinations were conducted as a means to detect the presence of nematodes eggs and to determine the infection levels within the population. This study aims to identify the types of infecting nematodes and to calculate the prevalence and infection levels in high-flying domestic pigeons. A total of 50 fresh fecal samples were collected randomly from Kotagede and Pajangan Districts from Desember to January. Qualitative examination was performed using the centrifugation technique for nematodes egg identification, while quantitative examination used the McMaster method to count the number of eggs per gram (EPG) of feces. The results showed the presence of nematode infections caused by Ascaridia columbae and Capillaria sp., with a total prevalence of 40%. The prevalence in Kotagede District was higher than in Pajangan, and based on EPG values, most infections were classified as moderate. From these results, it can be concluded that nematodiasis is quite common in high-flying pigeons in the study area and is influenced by environmental conditions and husbandry management. Therefore, improvements in cage sanitation, density control, as well as periodic examination and treatment are necessary as infection control measures. 

Kata Kunci : Ascaridia columbae, Capillaria sp., merpati ras tinggian, nematodiasis, prevalensi, Ascaridia columbae, Capillaria sp., high-flying pigeons, nematodiasis, prevalence.

  1. S1-2026-494858-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494858-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494858-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494858-title.pdf