Kajian Kuantitatif Dinamika Populasi Mikroba Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Pada Aplikasi Booster Nanosilika Geotermal
Khansa Luthfia Maulida Fanani, Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc. ; Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P.
2026 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran booster nanosilika geotermal terhadap dinamika populasi mikroba tanah dan pertumbuhan tanaman sawi sendok (Brassica rapa L.). Penelitian menggunakan empat perlakuan, yaitu K1 (organik+booster), K2 (anorganik+organik+booster), K3 (organik), dan K4 (anorganik) dengan lima ulangan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sejumlah 20 pot tanaman diletakkan dalam greenhouse selama 50 hari. Parameter yang diukur mencakup populasi mikroba, tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil relatif, serta berat basah dan kering. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA untuk menguji pengaruh perlakuan terhadap populasi mikroba tanah dan parameter pertumbuhan tanaman, model Gompertz dan Logistik untuk pertumbuhan tanaman, serta PCA untuk menganalisis hubungan antara populasi mikroba tanah dan parameter pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dan booster nanosilika geotermal (K1) menghasilkan laju pertumbuhan spesifik rata-rata mikroba tertinggi sebesar 0,0891/hari. Namun, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan populasi mikroba tanah antarperlakuan tidak signifikan secara statistik (P>0,05). Model Gompertz dan Logistik memodelkan pertumbuhan tanaman dengan akurasi tinggi (R²>0,94). Laju pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada K1 dan berbeda nyata (P<0>0,05). Hasil PCA menunjukkan bahwa hubungan antara populasi mikroba tanah dan pertumbuhan tanaman belum kuat.
This study evaluated the effect of a geothermal nanosilica booster on soil microbial population dynamics and the growth of bok choy (Brassica rapa L.). Four treatments were arranged in a Completely Randomized Design (CRD): K1 (organic fertilizer+nanosilica booster), K2 (organic fertilizer+inorganic fertilizer+nanosilica booster), K3 (organic fertilizer), and K4 (inorganic fertilizer), with five replications. A total of 20 potted plants were grown in a greenhouse for 50 days. The measured parameters included soil microbial population, plant height, leaf number, relative chlorophyll content, and fresh and dry biomass. Data were analyzed using One-Way ANOVA, Gompertz, and Logistic growth models, and Principal Component Analysis (PCA). The results showed that K1 produced the highest average specific microbial growth rate (0,0891/day), although differences in soil microbial populations among treatments were not statictically significant (P>0,05). The Gompertz and Logistic modela accurately described plant growth (R²>0,94). K1 exhibited the highest plant height growth rate (P<0>0,05). PCA indicated a weak relationship between soil microbial population and plant growth.
Kata Kunci : mikroba tanah, booster nanosilika geotermal, model matematis pertumbuhan, PCA, sawi sendok