Formulasi Cookies Berbasis Tepung MOCAF dan Tepung Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca L.) Yang Berpotensi Sebagai Pangan Fungsional
Hera Fitri Ramdhani, Dr. Jumeri, S.T.P., M.Si. ; Dr. Wagiman, S.T.P., M. Si.
2026 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
Kulit
pisang raja (Musa paradisiaca L.)
berpotensi dimanfaatkan sebagai
bahan baku pangan fungsional karena mengandung senyawa bioaktif. Pemanfaatan
kulit pisang raja dalam bentuk tepung yang dikombinasikan dengan tepung Modified
Cassava Flour (MOCAF) diharapkan dapat menghasilkan produk cookies dengan
karakteristik fisik dan sensoris yang baik serta memiliki nilai fungsional. Penelitian
ini bertujuan
untuk memperoleh formulasi optimal cookies berbasis tepung MOCAF dan tepung kulit
pisang raja serta melakukan evaluasi terhadap karakteristik fisik, sensoris,
proksimat, total flavonoid, dan aktivitas antioksidannya. Optimasi formulasi dilakukan menggunakan metode berupa Taguchi
dengan rancangan Orthogonal Array (OA) L9 yang melibatkan empat faktor, yaitu
rasio tepung MOCAF dan tepung kulit pisang raja, margarin, dan gula halus pada
tiga level yang berbeda. Parameter
yang diuji meliputi hardness, kadar air, dan uji sensoris yang selanjutnya dianalisis menggunakan Grey Relational
Analysis (GRA) untuk menentukan formulasi terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi optimum berdasarkan
Grey Relational Analysis (GRA) diperoleh pada
kombinasi tepung MOCAF 91%, tepung kulit pisang raja 6%, gula halus 50%, dan margarin 70%.
Formulasi tersebut menghasilkan karakteristik kadar air sebesar 3,42%, kadar
abu 1,97%, protein 1,26%, lemak 27,68%, serat kasar 3,54%, karbohidrat 69,12%,
dan energi 495,11 kkal. Analisis senyawa bioaktif menunjukkan total flavonoid
sebesar 0,02?ngan aktivitas antioksidan 7220,2 ppm. Meskipun demikian, formulasi cookies yang dihasilkan
memiliki penerimaan sensoris yang baik serta menunjukkan bahwa tepung kulit
pisang raja berpotensi untuk
dimanfaatkan sebagai bahan baku pada pembuatan pangan fungsional seperti cookies
dengan penerimaan sensoris yang baik, meskipun aktivitas antioksidan yang dihasilkan
masih tergolong rendah.
Raja banana peel (Musa paradisiaca L.) has the
potential to be utilized as a raw material for functional foods due to its
bioactive compound content. The incorporation of raja banana oeel flour with
Modified Cassava Flour (MOCAF) is expected to produce cookies with desirable
physival and sensory characteristics while providing functional properties.
This study is aimed to obtain optimum formulation of cookies based on MOCAF and
raja banana peel flour and to evaluate their physical, sensory, proximate,
total flavonoid, and antioxidant characteristics. Formulation optimization was
conducted using Taguchi method with an Orthogonal Array (OA) L9 design that
involving four factors as: the proportion of both flour (MOCAF and raja banana
peel flour), powdered sugar, and margarine at three different levels. The
optimization parameters included hardness, moisture content, and sensory
evaluation, which were subsequently analyzed using Grey Relational Analysis
(GRA) to determine the optimum formulation.
The results showed that the optimum formulation based
on Grey Relatonal Analysis (GRA) consisted of 91% MOCAF flour, 6% raja banana
peel flour, 50% powdered sugar, and 70% of margarine. The selected formula of
cookie contained 3.42% moisture, 1.97% ash, 1.26% protein, 27.68?t, 3.54%
crude fiber, 69.12?rbohydrates, and an energy value of 495.11 kcal.
Bioactive compound analysis revealed a total flavonoid content of 0.02% and an
antioxidant activity (DPPH) value of 7220.2 ppm. Although the antioxidant
activity was classified as low, the formulated cookies demonstrated good
sensory acceptability, indicating that raja banana peel flour has potential to
be utilized as an ingredient in the development of functional food products such
as cookies.
Kata Kunci : cookies, kulit pisang raja, MOCAF, senyawa bioaktif, pangan fungsional.