Katalis Nikel-Molibdenum terdispersi pada Karbon Aktif dari Limbah Bonggol Jagung untuk Hydrotreating Minyak Nyamplung berbantuan Microwave menjadi Bioavtur
Tasyania Donita, Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. ; Prof. Dr.rer.nat. Drs. Karna Wijaya, M.Eng.
2026 | Skripsi | KIMIA
Penelitian ini berhasil mensintesis katalis nikel (Ni) dan molibdenum (Mo) yang terdispersi pada karbon aktif berbahan baku limbah bonggol jagung yang digunakan untuk proses konversi minyak nyamplung menjadi bioavtur. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan instrumen FTIR, XRD, SAA, NH3-TPD, SEM-EDX, dan TEM. Penelitian ini dilakukan dengan hydrotreating minyak nyamplung berbantuan gelombang mikro menggunakan variasi urutan impregnasi katalis logam pada karbon aktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis NiMo/AC, Ni-Mo/AC, dan Mo-Ni/AC memiliki luas permukaan sebesar 145,88; 397,99; dan 334,51 m2/g; volume pori sebesar 0,07; 0,18; dan 0,15 cm3/g; serta rata-rata diameter pori sebesar 1,77; 1,77; dan 1,76 nm. Kinerja katalis Ni-Mo/AC terbukti lebih unggul dibandingkan dengan katalis C, AC, NiMo/AC, maupun Mo-Ni/AC. Karakterisasi menunjukkan bahwa katalis Ni-Mo/AC memiliki nilai keasaman total 0,57 mmol/g NH3. Katalis ini mampu menghasilkan bioavtur dengan yield sebesar 57,38% pada daya reaksi microwave 800 W, rasio katalis : umpan (1:100), dan waktu reaksi 30 menit. Evaluasi reusability menunjukkan katalis ini masih dapat mempertahankan aktivitas yang cukup baik setelah tiga kali siklus penggunaan, dengan yield bioavtur pada siklus ketiga sebesar 31,92%.
This research has succeeded in synthesizing nickel (Ni) and molybdenum (Mo) catalysts dispersed in activated carbon derived from corn cob waste, which were used for the conversion process of tamanu oil into bio-jet fuel. The catalyst was characterized using FTIR, XRD, SAA, NH3-TPD, SEM-EDX, and TEM instruments. This research was conducted by hydrotreating tamanu oil assisted by microwave heating, with variations in the impregnation of metal catalysts on activated carbon.
The results showed that the NiMo/AC, Ni-Mo/AC, and Mo-Ni/AC catalysts had surface areas of 145.88; 397.99; and 334.51 m2/g; pore volumes of 0.07; 0.18; and 0.15 cm3/g; and average pore diameters of 1.77; 1.77; and 1.76 nm. The performance of Ni-Mo/AC catalysts proved superior compared to C, AC, NiMo/AC, and Mo-Ni/AC catalysts. Characterization showed that this catalyst has a total acidity value of 0.57 mmol/g NH3. The catalyst was able to produce a bio-jet fuel with a yield of 57.38% at a microwave reaction power of 800 W, a catalyst-to-feed ratio of (1:100), and a reaction time of 30 minutes. The reusability evaluation showed that the catalyst maintained good activity after three cycles of use, with a bio-jet fuel yield in the third cycle of 31.92%.
Kata Kunci : bioavtur, gelombang mikro, hydrotreating, karbon aktif, minyak nyamplung