Laporkan Masalah

Emosi, Identitas Kolektif, dan Mobilisasi Sumber Daya dalam Perlawanan terhadap Limbah Industri Perusahaan Asing: Studi Kasus Gerakan Solidaritas Tanjung Merah Memanggil di Sulawesi Utara

Jefferson Davids Soasa, Dr. Atin Prabandari, SIP.,MA(IR)

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Gerakan Solidaritas Tanjung Merah Memanggil adalah gerakan sosial yang melawan pembuangan limbah dari aktivitas produksi PT Futai di Tanjung Merah, Bitung, Sulawesi Utara. Walaupun memiliki keterbatasan sumber daya serta menghadapi tekanan negara dan perusahaan, Gerakan Solidaritas Tanjung Merah Memanggil tetap bertahan menjalankan berbagai strategi aktivisme untuk memperjuangkan keadilan lingkungan Tanjung Merah. Dengan menggunakan tiga teori utama dalam studi gerakan sosial, yakni teori mobilisasi sumber daya, teori berorientasi-identitas, dan teori emosi, tulisan ini berargumen bahwa keberlanjutan Gerakan Solidaritas Tanjung Merah Memanggil terbentuk melalui keterhubungan antara emosi kolektif, identitas kolektif, dan mobilisasi sumber daya. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif interpretatif studi kasus tunggal untuk memahami peran emosi, identitas, dan sumber daya dalam membentuk keberlanjutan Gerakan Solidaritas Tanjung Merah Memanggil. Dengan melakukan observasi partisipatif di Tanjung Merah, penulis menemukan bahwa dimensi emosi kolektif para penggerak dan identitas adat Tanjung Merah membentuk sebuah identitas kolektif Gerakan Solidaritas Tanjung Merah Memanggil yang menciptakan keberlanjutan gerakan serta mobilisasi sumber daya secara kolektif.

Solidaritas Tanjung Merah Memanggil is a social movement opposing the disposal of waste from PT Futai’s production activities in Tanjung Merah, Bitung, North Sulawesi. Despite limited resources and facing pressure from the state and the company, Solidaritas Tanjung Merah Memanggil continues to carry out various activism to fight for environmental justice in Tanjung Merah. Drawing on three main theories in social movement studies, namely resource mobilization theory, identity-oriented theory, and emotion theory, this paper argues that the continuity of Solidaritas Tanjung Merah Memanggil is shaped by the interconnection between collective emotions, collective identity, and resource mobilization. This paper employs a qualitative interpretive single-case study method to understand the roles of emotion, identity, and resources in shaping the continuity of Solidaritas Tanjung Merah Memanggil. Through participatory observation in Tanjung Merah, the author found that the collective emotions of the activists along with the indigenous identity of Tanjung Merah form a collective identity for Solidaritas Tanjung Merah Memanggil, which fosters the movement’s continuity and enables the collective resource mobilization.

Kata Kunci : Keberlanjutan Gerakan Sosial, Emosi, Identitas, Mobilisasi Sumber Daya

  1. S1-2026-498551-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498551-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498551-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498551-title.pdf