Perbandingan Lama Rawat ICU Pasien Trakeostomi Awal dan Trakeostomi Lambat pada Cedera Otak Traumatik di RSUP DR. Sardjito
Willy Irawan, Dr. dr. Sudadi, Sp.An-TI, Subsp.N.An.(K), Subsp.An.R(K) ; dr. Calcarina Fitriani Retno, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K)
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Anestesiologi
Pada pasien cedera otak traumatik (COT), ventilasi mekanik jangka panjang sering diperlukan akibat penurunan kesadaran menetap, hilangnya refleks proteksi jalan napas, dan kegagalan weaning. Hal ini meningkatkan risiko pneumonia, kerusakan laring, serta memperpanjang lama rawat inap. Trakeostomi awal menjadi pilihan penting untuk mengurangi komplikasi tersebut. Beberapa studi internasional menunjukkan manfaat trakeostomi awal dalam memperpendek durasi ventilasi mekanik dan lama rawat inap dibandingkan trakeostomi lambat. Namun, bukti di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan lama rawat ICU antara pasien COT dengan trakeostomi awal (<7>
In patients with traumatic brain injury (TBI), long-term mechanical ventilation is often required due to persistent loss of consciousness, loss of protective airway reflexes, and failure to wean. This increases the risk of pneumonia, laryngeal damage, and prolongs hospitalization. Early tracheostomy is an important option to reduce these complications. Several international studies have shown the benefits of early tracheostomy in shortening the duration of mechanical ventilation and length of hospitalization compared to late tracheostomy. However, evidence in Indonesia is still very limited. This study aims to compare the length of ICU stay between TBI patients with early tracheostomy (<7>
Kata Kunci : Cedera Otak Traumatik, Waktu Trakeostomi, Ventilasi Mekanik, Lama Rawat