Laporkan Masalah

Prevalensi dan Distribusi Umur Penyakit Zoonotik Ringworm pada Pasien Anjing dan Kucing di Klinik Hewan KHJ Solo Periode 2023-2024

Nadhifah Putri Humaira, Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Ringworm merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dermatofit dan dapat menginfeksi berbagai jenis hewan, terutama anjing dan kucing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta sebaran umur penderita ringworm pada pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan KHJ Solo tahun 2023–2024. Diagnosis ringworm di Klinik Hewan KHJ Solo ditegakkan melalui pemeriksaan skin scraping. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien anjing dan kucing yang didiagnosis ringworm di Klinik Hewan KHJ Solo. Data kemudian diolah dan dianalisis untuk menghitung nilai prevalensi serta distribusi umur penderita. Jumlah data pasien anjing dan kucing penderita ringworm di Klinik Hewan KHJ Solo selama periode 2023-2024 sebanyak 474.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ringworm pada anjing tahun 2023 sebesar 20,16% (78/387) dan menurun menjadi 12,76% (36/282) pada tahun 2024. Pada kucing, prevalensi ringworm tahun 2023 sebesar 18,98% (263/1.386) dan menurun menjadi 8,54% (97/1.136) pada tahun 2024. Sebaran umur penderita menunjukkan bahwa kasus ringworm lebih banyak terjadi pada hewan berumur muda. Pada anjing tahun 2023, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok umur muda sebesar 78,67% (59/75), diikuti dewasa 20% (15/75), dan tua 1,33% (1/75), sedangkan pada tahun 2024 pada anjing muda meningkat menjadi 82,86% (29/35) dan dewasa 17,14% (6/35) tanpa ditemukan kasus pada anjing tua. Pada kucing tahun 2023, sebagian besar kasus terjadi pada kelompok kitten sebesar 80,53% (211/262), diikuti young adult 17,94% (47/262), dan mature adult 1,53 (4/262), sedangkan pada tahun 2024 kasus pada kitten sebesar 79,38% (77/97), young adult 18,56% (18/97), dan mature adult 2,06% (2/97), tanpa ditemukan kasus pada kucing senior. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ringworm pada anjing dan kucing di Klinik Hewan KHJ Solo mengalami penurunan dari tahun 2023 ke tahun 2024 dan lebih banyak terjadi pada hewan dengan usia muda. Penurunan prevalensi ini mengindikasikan adanya potensi penurunan risiko penularan penyakit yang bersifat zoonotik kepada manusia.

Ringworm is a skin disease caused by dermatophyte fungi and can infect various types of animals, especially dogs and cats. This study aims to determine the prevalence and age distribution of ringworm sufferers in dog and cat patients at the KHJ Solo Animal Clinic in 2023–2024. The diagnosis of ringworm at the KHJ Solo Animal Clinic is confirmed through skin scraping examination. This study used medical records of dog and cat patients diagnosed with ringworm at the KHJ Solo Animal Clinic. The data were then processed and analyzed to calculate the prevalence and age distribution of sufferers. The number of data on dog and cat patients with ringworm at the KHJ Solo Animal Clinic during the 2023-2024 period was 474. The results showed that the prevalence of ringworm in dogs in 2023 was 20.16% (78/387) and decreased to 12.76% (36/282) in 2024. In cats, the prevalence of ringworm in 2023 was 18.98% (263/1,386) and decreased to 8.54% (97/1,136) in 2024. The age distribution of sufferers showed that ringworm cases occurred more often in young animals. In dogs in 2023, the most cases were found in the young age group at 78.67% (59/75), followed by adults 20% (15/75), and elderly 1.33% (1/75), while in 2024 in young dogs increased to 82.86% (29/35) and adults 17.14% (6/35) with no cases found in elderly dogs. In cats in 2023, the most cases occurred in the kitten group at 80.53% (211/262), followed by young adults 17.94% (47/262), and mature adults 1.53 (4/262), while in 2024 cases in kittens were 79.38% (77/97), young adults 18.56% (18/97), and mature adults 2.06% (2/97), with no cases found in senior cats. Overall, the study results showed that the prevalence of ringworm in dogs and cats at the KHJ Solo Animal Clinic decreased from 2023 to 2024, with a higher prevalence in younger animals. This decrease in prevalence indicates a potential reduction in the risk of zoonotic disease transmission to humans.

Kata Kunci : anjing, kucing, distribusi umur, prevalensi, ringworm.

  1. S1-2026-504406-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504406-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504406-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504406-title.pdf