Analisis Spasiotemporal Built-up Area Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 & 2024 menggunakan Citra NPP-VIIRS Nighttime Light
Rinasari Wijayanti, Prof. Dr. R. Suharyadi, M.Sc.
2026 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Pertumbuhan perkotaan yang semakin masif di Provinsi Jawa Tengah salah satunya direpresentasikan melalui peningkatan kawasan terbangun atau built-up area. Provinsi Jawa Tengah merupakan penyumbang perekonomian nasional terbesar keempat dengan kontribusi sebesar 14,49?ri total PDB nasional. Hal tersebut juga paralel dengan pertumbuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat dari 14,8 juta jiwa pada Tahun 2010 menjadi 19,1 juta jiwa pada Tahun 2022. Kedua dinamika tersebut turut mendorong terjadinya perluasan kawasan terbangun atau built-up area yang perlu dikaji secara menyeluruh untuk memahami pola pertumbuhannya. Kajian tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan penginderaan jauh yang mampu menjangkau cakupan wilayah yang luas, salah satunya melalui pemanfaatan Citra NPP-VIIRS Nighttime Light.
Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui sebaran spasial built-up area Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2014 dan 2024 berdasarkan Citra NPP-VIIRS Nighttime Light, serta (2) mengidentifikasi tipe urban growth yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah pada rentang tahun tersebut menggunakan metode Landscape Expansion Index (LEI).
Penelitian ini menggunakan Citra NPP-VIIRS Nighttime Light dan Citra Landsat 8 OLI/TIRS. Klasifikasi dilakukan terhadap kedua citra tersebut ke dalam lima kelas berdasarkan nilai radians pada Citra NPP-VIIRS Nighttime Light dan densifikasi built-up pada Citra Landsat 8 OLI/TIRS. Hasil klasifikasi kemudian dilakukan validasi lapangan melalui sejumlah titik sampel yang dipilih secara purposive sampling. Sementara itu, analisis urban growth dilakukan menggunakan metode Landscape Expansion Index (LEI) untuk mengetahui tipe pertumbuhan kawasan terbangun baru berdasarkan hubungan spasialnya terhadap kawasan terbangun eksisting ke dalam tiga tipe, yaitu infill, expansion, dan outlying.
Hasil ekstraksi terhadap klasifikasi Citra NPP-VIIRS Nighttime Light menunjukkan tingkat akurasi sangat baik yang dibuktikan melalui validasi lapangan, dengan nilai overall accuracy sebesar 96,67?n koefisien kappa sebesar 0,95. Analisis LEI menghasilkan tipe urban growth, yaitu expansion sebagai tipe dominan dengan luas 697.510,76 hektare (70,09%), diikuti oleh outlying seluas 212.868,97 hektare (21,39%), dan infill seluas 84.721,17 hektare (8,52%). Ketiga tipe urban growth tersebut tidak terdistribusi secara acak, melainkan menunjukkan kecenderungan pola spasial tertentu yang diantaranya dipengaruhi oleh aksesibilitas infrastruktur dan keterkaitannya dengan kota inti di sekitarnya.
Urban growth in Central Java Province is increasingly reflected through the expansion of built-up areas across the region. Central Java stands as the fourth largest contributor to the national economy, accounting for 14.49% of the national GDP. This is paralleled by a steadily growing urban population, which increased from 14.8 million in 2010 to 19.1 million in 2022. Both dynamics have driven the continuous expansion of built-up areas, necessitating a thorough examination to understand their growth patterns. Those examinations require a remote sensing approach capable of covering a broad spatial extent, particularly through the use of NPP-VIIRS Nighttime Light imagery.
This study aims to (1) determine the spatial distribution of built-up areas in Central Java Province in 2014 and 2024 based on NPP-VIIRS Nighttime Light imagery, and (2) identify the types of urban growth occurring in Central Java Province during that period using the Landscape Expansion Index (LEI) method.
This study uses NPP-VIIRS Nighttime Light imagery and Landsat 8 OLI/TIRS imagery. Both datasets were classified into five classes based on radiance values from the NPP-VIIRS Nighttime Light imagery and built-up densification levels from the Landsat 8 OLI/TIRS imagery. The classification results were then validated through field validation using sample points that was selected by purposive sampling. Urban growth analysis was subsequently conducted using the Landscape Expansion Index (LEI) method to classify new built-up area growth based on its spatial relationship to existing built-up areas into three types, which are infill, expansion, and outlying type.
The extraction of the NPP-VIIRS Nighttime Light imagery classification demonstrate a very good level of accuracy as validated through field verification, with an overall accuracy of 96.67% and a kappa coefficient of 0.95. The LEI analysis identified three types of urban growth, with expansion as the dominant type covering 697,510.76 hectares (70.09%), followed by outlying at 212,868.97 hectares (21.39%), and infill at 84,721.17 hectares (8.52%). Those three urban growth types are not distributed randomly, but instead exhibit certain spatial pattern tendencies that are influenced by regional infrastructure accessibility and functional linkages with surrounding urban cores.
Kata Kunci : Nighttime light, kawasan terbangun, built-up area, urban growth, Provinsi Jawa Tengah