Persepsi masyarakat terhadap pelayanan akta kelahiran anak di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul
KARLAN, Drs. Soetomo, M.Si
2005 | Tesis | S2 SosiologiSebagai langkah untuk meningkatkan sistem administrasi kependudukan di Kabupaten Gunungkidul, upaya pencatatan sipil oleh Kantor Catatan Sipil terus dijalankan. Diantaranya adalah dengan pelayanan pembuatan akta kelahiran. Akta kelahiran anak bermanfaat sebagai persyaratan formal bagi anak untuk sekolah ataupun berhubungan dengan institusi formal lainnya, sekaligus menjadi bukti otentik secara hukum atas eksistensinya dalam suatu masyarakat atau negara. Pada kenyataannya, anak yang berusia di bawah 18 tahun belum semuanya mempunyai akta kelahiran. Pelayanan pembuatan akta kelahiran anak tidak dapat direalisasikan tanpa adanya persepsi positif dari masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan penelitiannya adalah bagaimana persepsi masyarakat dalam upaya pembuatan akta kelahiran. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif Data didapatkan melalui teknik observasi, teknik dokumentasi dan wawancara dengan informan balk dari warga masyarakat, tokoh masyarakat maupun petugas Kantor Catatan Sipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Catatan Sipil menetapkan program pelayanan dalam bentuk penyuluhan, pelayanan reguler, pelayanan jemput bola, pelayanan di tempat dan pelayanan gratis bagi anak tidak mampu dan anak yang lahir tanggal 17 Agustus. Akta kelahiran dipersepsikan oleh masyarakat sebagai bukti otentik atas status anak dan syarat untuk melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan, atau perkawinan. Persepsi masyarakat dipengaruhi oleh factor internal berupa kebutuhan dirinya, dan faktor eksternal yang mempengaruhinya adalah pelayanan yang diberikan oleh petugas Kantor Catatan Sipil dan dorongan dari tokoh masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap pembuatan akta kelahiran bervariasi tergantung cara pembuatan akta kelahiran dan pola pelayanan yang diberikan. Pembahasan mengarah pada kesimpulan bahwa Akta kelahiran anak dipandang sebagai syarat formal untuk keperluan pendidikan di sekolah, melamar pekerjaan, rnengurus perkawinan, dan persyaratan formal lainnya. Sebagian kecil masyarakat sudah ada yang melihat akta kelahiran anak sebagai bukti otentik atas status anak. Meskipun persepsi masyarakat tentang akta kelahiran dan pembuatan akta kelahiran dipengaruhi oleh factor eksternal dan subyektifitas dirinya, pembuatan akta kelahiran merupakan pilihan bebas dari masing-masing warga, kapan membuat akta kelahiran dan bagaimana cara maupun pola pembuatan yang diinginkan.
As step to increase administrate system of demography in regency Gunungkidul, strive the civil record-keeping by official registry office non-stoped to be run. Among with the service of birth certificate making. Birth certificate of Child of be benefit to formal conditions for child for the school of and or relate to the other formal institution, at one blow become the pukka evidence judicially for their existence an society or state. Practically, child which have age under 18 year not yet altogether have the birth certificate. service of making of birth certificate of child cannot be realized without existence of positive perception from society. Pursuant to this background above, its research problems is how society perception in the effort birth certificate making. Research conducted with the descriptive approach qualitative. Data got by passing observation technique, documentation technique and interview with the good informan from society citizen, elite figure and also official registry office Result of research indicate that official registry office specify the service program in the form of counselling, service regular, service fetch the ball, service in place and free service for child unable to and child which born the date of 17 August. Perception birth of certificate by society as pukka evidence for status of child and condition to continue the education, apply, or marriage. Society perception influencing it service given by official registry office and motivation from elite figure. Society perception to making of birth certificate vary depended from way of making of birth certificate and given service pattern. Solution instruct at conclusion that birth certificate of child viewed as a formal condition for education at school, apply, managing other formal conditions and marriage. Partly minimize the society someone have seen the birth certificate of child as pukka evidence for child status. Though society perception about birth certificate and making of birth certificate influenced by factor of eksternal and subyektifity x'self, making of birth certificate represent the choice free from each citizen, when make the birth certificate and how to and also wanted making pattern.
Kata Kunci : Akta kelahiran anak, Pelayanan, Persepsi, Birth certificate, Service, Perception