Modal Sosial Kelompok Tani Hutan Batu Kacah Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Sosial di Desa Tumbang Kawei Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan tengaha
M. Ghifari Suwanto, Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Program Perhutanan Sosial (PS), khususnya skema Hutan Kemasyarakatan (HKm). Tekanan terhadap kawasan hutan akibat deforestasi, konflik tenurial, serta keterbatasan akses masyarakat terhadap sumber daya hutan di Provinsi Kalimantan Tengah mendorong perlunya pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. HKm Batu Kacah di Desa Tumbang Kawei, Kabupaten Katingan, merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan tersebut. Keberhasilan pengelolaan HKm tidak hanya ditentukan oleh aspek biofisik dan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan modal sosial masyarakat yang meliputi jaringan sosial, kepercayaan, dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi karakteristik modal sosial masyarakat pada HKm Batu Kacah; 2. Merumuskan strategi pengelolaan HKm Batu Kacah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dimensi sosial pada HKm Batu Kacah melalui penyebaran kuesioner kepada 35 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode kualitatif digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan HKm melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang melibatkan 35 informan. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam terkait kondisi internal dan eksternal kelompok. Hasil analisis SWOT digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pengembangan HKm Batu Kacah secara berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial HKm Batu Kacah berada pada kategori cukup kuat. Variabel jaringan sosial dan kepercayaan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata (3,1), sedangkan norma sosial berada pada kategori (tinggi) dengan skor rata-rata (2,9). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada jaringan sosial dan kepercayaan, kelemahan pada kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan, peluang pada dukungan program pemerintah dan pengembangan usaha, serta ancaman pada tekanan kawasan dan aktivitas ilegal. Strategi SO, WO, ST, WT mengarah pada penguatan kerja sama, peningkatan kapasitas, perlindungan kawasan, dan penguatan pengawasan. Kesimpulan menunjukkan perlunya penguatan kelembagaan, dan peningkatan sumber daya manusia.
The Social Forestry Program (PS), particularly the Community Forest (HKm) scheme, is an important instrument in improving community welfare while maintaining forest sustainability. Pressure on forest areas due to deforestation, tenure conflicts, and limited community access to forest resources in Central Kalimantan Province highlights the need for sustainable community-based forest management. HKm Batu Kacah in Tumbang Kawei Village, Katingan Regency, represents one form of policy implementation. The success of HKm management is determined not only by biophysical and economic aspects but also by the strength of social capital within the community, which includes social networks, trust, and social norms. This study aims to: (1) identify the characteristics of community social capital in HKm Batu Kacah; and (2) formulate management strategies for HKm Batu Kacah.
This research employs a mixed-methods approach combining quantitative and qualitative methods. The quantitative method was used to measure social dimensions in HKm Batu Kacah through questionnaires distributed to 35 respondents selected using purposive sampling. The qualitative method was used to formulate development strategies through SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis involving 35 informants. Qualitative data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) to obtain in-depth information regarding internal and external group conditions. The results of the SWOT analysis served as the basis for formulating sustainable development strategies for HKm Batu Kacah.
The results show that the social capital of HKm Batu Kacah is in a moderately strong category. The variables of social networks and trust are in the high category with an average score of 3.1, while social norms are in the high category with an average score of 2.9. The SWOT analysis identifies strengths in social networks and trust, weaknesses in human resource capacity and institutional aspects, opportunities in government support and business development, and threats from area pressure and illegal activities. The SO, WO, ST, and WT strategies focus on strengthening cooperation, improving capacity, protecting the forest area, and enhancing monitoring. The findings highlight the need for strengthening institutional capacity and improving human resources.
Kata Kunci : Kata Kunci: Program Perhutanan Sosial, Jaringan Sosial, Kepercayaan, Norma Sosial, SWOT