GAMBARAN HISTOLOGI INSANG IKAN BETOK (Anabas Testudineus) YANG DIBERI PERLAKUAN FERRIC AMMONIUM CITRATE (FAC)
Syahdilla Adinda Putri, Prof. Dr. drh. Tri Wahyu Pangestiningsih, M.P.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Ikan betok (Anabas testudineus) merupakan ikan air tawar yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan perairan yang kurang optimal. Seperti makhluk hidup air pada umumnya, keberlangsungan hidup ikan betok sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang berkaitan dengan fungsi organ respirasi, yaitu insang. Paparan bahan pencemar berupa logam berat, seperti besi dalam bentuk ferric (Fe³?) berpotensi menimbulkan kerusakan pada struktur histologi insang dan mengganggu proses respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perubahan struktur histologi insang ikan betok (Anabas testudineus) akibat paparan Ferric Ammonium Citrate (FAC) menggunakan pewarnaan Hematoxillin-Eosin (HE). Penelitian ini menggunakan 8 ikan dewasa dengan 4 ekor kelompok kontrol dan 4 ekor kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan memiliki rata-rata panjang tubuh 11 ± 1,08 cm dan rata-rata berat badan 24,50 ± 6,4 gram. Sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata panjang tubuh 11,75 ± 0,96 cm dan rata-rata berat badan 26,75 ± 6,02 gram. Kelompok perlakuan merupakan kelompok yang dipaparkan FAC dengan konsentrasi 500 mg/L dalam larutan Holtfreter selama 15 hari. Sedangkan, kelompok kontrol merupakan kelompok yang dipelihara dalam larutan Holtfreter selama 15 hari tanpa pemberian FAC. Sampel difiksasi dengan Neutral Buffer Formalin 10%, kemudian diproses secara Histologis melalui tahapan dehidrasi, clearing, infiltrasi parafin, embedding, pemotongan, dan pewarnaan HE. Hasil pengamatan akan didokumentasikan menggunakan optilab viewer dan camera. Hasil pengamatan menunjukan adanya perubahan histologi insang pada kelompok perlakuan berupa fusi lamela sekunder, nekrosis epitel lamela, dan hilangnya struktur lamela sekunder yang menunjukan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara dua kelompok dan perbedaan yang signifikan pada parameter epitel terangkat. Perubahan ini dapat berpotensi memengaruhi fungsi respirasi ikan betok.
Climbing perch (Anabas testudineus) is a freshwater fish with a high capacity to adapt to suboptimal aquatic environmental conditions. Like aquatic organisms in general, the survival of climbing perch is strongly influenced by water quality, which is closely related to the function of the respiratory organ, namely the gills. Exposure to pollutants in the form of heavy metals, such as iron in its ferric (Fe³?) form, has the potential to damage the histological structure of the gills and interfere with the respiratory process. This study aimed to determine and describe histological changes in the gills of climbing perch (Anabas testudineus) following exposure to Ferric Ammonium Citrate (FAC) using Hematoxylin-Eosin (HE) staining. This study used 8 adult fish, consisting of 4 fish in the control group and 4 fish in the treatment group. The treatment group had a mean body length of 11 ± 1,08 cm and a mean body weight of 24,50 ± 6,4 g, whereas the control group had a mean body length of 11,75 ± 0,96 cm and a mean body weight of 26,75 ± 6,02 gram. The treatment groups were exposed to FAC at a concentration of 500 mg/L in Holtfreter solution for 15 days, whereas the control groups were maintained in Holtfreter solution for 15 days without FAC exposure. The samples were fixed in 10% Neutral Buffer Formalin and subsequently processed histologically through dehydration, clearing, paraffin infiltration, embedding, sectioning, and HE staining. The observations were documented using an Optilab viewer and camera. The results showed histological changes in the gills of the treatment groups, including secondary lamellar fusion, necrosis of the lamellar epithelium, and loss of secondary lamellar structure, indicating highly significant differences between the two groups, as well as significant differences in the epithelial lifting parameter. These changes may potentially affect the respiratory function of climbing perch.
Kata Kunci : Keywords: Anabas testudineus, gills, Ferric Ammonium Citrate, Hematoxylin-Eosin