EVALUASI LOAD FACTOR KRL LINTAS YOGYAKARTA-PALUR TERHADAP PERMINTAAN PENUMPANG PADA KONDISI EKSISTING DAN PROYEKSI LIMA TAHUN MENDATANG
Diva Deandra, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
KRL lintas Yogyakarta-Palur merupakan layanan
transportasi rel perkotaan yang mengalami pertumbuhan jumlah penumpang secara
konsisten dari tahun ke tahun. Pertumbuhan demand
yang terus meningkat berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara kapasitas
angkut dan jumlah penumpang, sehingga diperlukan evaluasi kapasitas layanan
untuk menjaga kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren demand penumpang historis dan
memproyeksikannya untuk periode 2026–2030, menganalisis distribusi demand antarperjalanan (tiap nomor KA),
serta mengevaluasi load factor tiap
nomor KA pada kondisi eksisting dan proyeksinya untuk mengidentifikasi nomor KA
yang melampaui kapasitas.
Penelitian menggunakan data sekunder berupa
volume penumpang bulanan dan data penumpang per nomor KA dari PT Kereta
Commuter Indonesia, serta jadwal GAPEKA 2025. Proyeksi demand dilakukan dengan metode Triple
Exponential Smoothing Winter's Additive menggunakan perangkat lunak SPSS
berdasarkan data tahun 2022–2025. Akurasi model dievaluasi dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).
Hasil proyeksi demand total kemudian
didisagregasi ke tiap nomor KA dengan pendekatan top-down berbasis proporsi bulanan, untuk selanjutnya dihitung nilai
load factor secara bulanan terhadap
kapasitas rangkaian sebesar 1.424 penumpang per rangkaian, mengacu pada do-nothing scenario dengan 27 perjalanan
per hari.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model Triple
Exponential Smoothing Winter's Additive memiliki tingkat akurasi sangat
baik dengan MAPE sebesar 6,065%. Demand
penumpang diproyeksikan meningkat dari 9.805.585 penumpang pada tahun 2026
menjadi 12.852.982 penumpang pada tahun 2030. Distribusi demand antarperjalanan tidak merata dengan relasi arah
Palur-Yogyakarta, yaitu KA 703 dengan waktu keberangkatan pukul 08:56 dan KA 715 dengan waktu keberangkatan pukul 15:35 menanggung proporsi tertinggi. Pada kondisi
eksisting terdapat enam nomor KA dengan load
factor telah melebihi atau sama dengan 100% pada bulan puncak, dan jumlah
ini diproyeksikan bertambah menjadi empat belas nomor KA pada tahun 2030,
dengan load factor tertinggi mencapai
157% pada KA 715. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kapasitas layanan eksisting
berpotensi tidak mampu mengakomodasi pertumbuhan demand sehingga diperlukan penyesuaian distribusi jadwal dan
frekuensi perjalanan, khususnya pada slot waktu kritis.
The Yogyakarta-Palur
Commuter Rail Line (KRL) is an urban rail transit service that has experienced
consistent passenger growth year after year. Continuously increasing demand may
create an imbalance between carrying capacity and passenger volume, making a
service capacity evaluation necessary to maintain service quality. This study
aims to analyse historical passenger demand trends and project them for the
2026–2030 period, to analyse the demand distribution across train services (of
each train number), and to evaluate the load factor of each train number under
existing conditions and its projection in order to identify train numbers that
exceed capacity.
The study uses secondary
data consisting of monthly passenger volumes and passenger data per train
number obtained from PT Kereta Commuter Indonesia, together with the 2025
GAPEKA (Train Operating Schedule). Demand forecasting was carried out using the
Triple Exponential Smoothing Winter's Additive method with SPSS software based
on data from 2022–2025. Model accuracy was assessed using the Mean Absolute
Percentage Error (MAPE). The total demand forecast was then disaggregated to
each train number using a top-down approach based on monthly proportions, after
which the monthly load factor was computed against a trainset capacity of 1.424
passengers for each trainset, referring to a do-nothing scenario with 27
services per day.
The results show that the Triple Exponential Smoothing
Winter's Additive model achieves very good accuracy, with a MAPE of 6.065%.
Passenger demand is projected to increase from 9.805.585 passengers in 2026 to
12.852.982 passengers in 2030. Passenger demand is unevenly distributed
across train services in the Palur–Yogyakarta direction, with Train 703
departing at 08:56 and Train 715 departing at 15:35 carrying the highest demand
proportions. Under existing conditions, six train numbers already reach
or exceed a load factor of 100% during peak months, and this number is
projected to rise to fourteen train numbers by 2030, with the highest load
factor reaching 157% on train number 715. These findings indicate that the
existing service capacity may be insufficient to accommodate demand growth,
thus requiring adjustments to schedule distribution and service frequency,
particularly during the identified critical time slots.
Kata Kunci : KRL Yogyakarta-Palur, demand penumpang, kapasitas layanan, load factor, Triple Exponential Smoothing Winter's Additive, MAPE