Laporkan Masalah

Partisipasi Masyarakat Pelaku Wisata dalam Pengelolaan Ekowisata di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul

Kevin Anggara Jati Sembiring, Dr. Ir. Kaharuddin, S.Hut., M.Si.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat. Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu destinasi ekowisata yang berhasil menerapkan konsep community-based tourism dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat lokal, tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, serta hubungan antara karakteristik masyarakat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata di Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglanggeran yang berjumlah 52 orang menggunakan metode sensus. Data karakteristik masyarakat dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan hubungan antara karakteristik masyarakat dan tingkat partisipasi dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat pengelola ekowisata didominasi oleh kelompok usia 31–50 tahun (62%), laki-laki (87%), dan berpendidikan SMA/SMK (69%). Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata tergolong sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,51, yang tercermin pada aspek perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, serta evaluasi kegiatan wisata. Hasil uji Korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,130 dengan signifikansi 0,358 (p > 0,05), yang berarti hubungan antara karakteristik masyarakat dan tingkat partisipasi masyarakat bersifat sangat lemah dan tidak signifikan. Dengan demikian, tingkat partisipasi masyarakat lebih dipengaruhi oleh kesempatan untuk terlibat, manfaat yang dirasakan, serta dukungan kelembagaan dibandingkan karakteristik individu masyarakat.

Community participation is a key factor in the success of community-based ecotourism management. Nglanggeran Tourism Village is one of the ecotourism destinations that has successfully implemented the concept of community-based tourism by actively involving local communities in its management. This study aimed to identify the characteristics of local communities, assess the level of community participation in ecotourism management, and analyze the relationship between community characteristics and the level of participation in ecotourism management in Nglanggeran Tourism Village, Gunungkidul, Yogyakarta..
This study employed a quantitative descriptive approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to all 52 members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Nglanggeran Tourism Village using a census technique. Community characteristics were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages, while the relationship between community characteristics and participation level was examined using the Spearman Rank Correlation test.
The results showed that the ecotourism management community was predominantly composed of individuals aged 31–50 years (62%), males (87%), and senior high school graduates (69%). The level of community participation in ecotourism management was categorized as very high, with an average score of 4.51, reflected in the planning, implementation, benefit-sharing, and evaluation stages. The Spearman Rank Correlation analysis yielded a correlation coefficient of 0.130 with a significance value of 0.358 (p > 0.05), indicating a very weak and statistically insignificant relationship between community characteristics and participation level. Therefore, community participation in ecotourism management is influenced more by opportunities for involvement, perceived benefits, and institutional support than by individual community characteristics.

Kata Kunci : community-based tourism, Pokdarwis, kelembagaan lokal, pemberdayaan masyarakat, partisipasi masyarakat; community-based tourism, tourism awareness group, local institutions, community empowerment, stakeholder involvement.

  1. S1-2026-503979-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503979-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503979-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503979-title.pdf