Pengembangan dan Implementasi Model Intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy Sebagai Upaya Pengurangan Stigma Internal pada Orang dengan HIV
Anita Kustanti, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH ; Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN., Sc., Ph.D.
2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Stigma internal dan eksternal pada ODHIV dapat mempengaruhi percepatan capaian penanganan HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) di Indonesia. Kejadian stigma internal lebih tinggi dibandingkan dengan stigma eksternal. Munculnya masalah berupa pendampingan psikologis bagi ODHIV yang belum optimal akibat keterbatasan sumber daya, waktu, dan media. Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dapat dilakukan untuk pengurangan dan intervensi pada stigma internal melalui modifikasi pada kognitif dan perilaku. Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta merupakan kabupaten dengan kasus HIV tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sudah memiliki layanan psikolog dan beberapa Puskesmas memiliki layanan PDP untuk HIV. Saat ini, penelitian mengenai model intervensi pengurangan stigma internal pada ODHIV di Kabupaten Sleman dan kota Yogyakarta diperlukan namun belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana potensi intervensi berbasis CBT untuk mengurangi stigma internal pada ODHIV. Penelitian ini merupakan riset implementasi dengan desain metode penelitian campuran (mixed method) menggunakan sequential exploratory. Pelaksanan penelitian ini mengikuti kerangka kerja intervention mapping (IM) dan pendekatan design thinking dengan dua fase. Fase satu adalah fase penyelidikan dan diagnosis situasi masalah dengan pendekatan kualitatif eksploratif. Fase satu penerapan step 1 dan 2 IM, empathize dan define. Jumlah informan sebanyak 18 orang terdiri dari 6 orang Petugas Penjangkau (PL), 6 orang Pendukung Sebaya (PS) dan 6 orang tenaga kesehatan. Fase 2 terdiri dari dua tahap yaitu tahap implementasi dan tahap evaluasi. Pada tahap implementasi ini peneliti mengembangkan model pelaksanaan step 3, 4 dan 5 IM dengan pendekatan ideate, prototype dan test dari design thinking. Pada Tahap ini dilakukan pemetaan prioritas masalah, pembuatan prototype, usability test, penyusunan panduan penggunaan website dan pelatihan penggunaan website. Tahap evaluasi merupakan penerapan step 6 IM merupakan tahap kuantitatif untuk menguji feasibility (minggu pertama) dan acceptability (minggu ke 5-7) website ANITA. Jumlah responden feasibility adalah 11 PL (Yayasan Vesta Indonesia) dan 10 orang PS (Yayasan Victory Plus). Jumlah responden acceptability sebanyak 10 PL (Yayasan Vesta), 10 PS (Yayasan Victory Plus) dan 53 ODHIV (dampingan Yayasan Vesta dan Victory Plus). Intervensi pertama berupa pelatihan dan pengenalan media website yang dilakukan selama 1 minggu kepada PL dan PS. Intervensi kedua berupa sosialisasi dan penggunaan media website kepada ODHIV selama 3 minggu. Berdasarkan hasil dari uji feasibility dan acceptability, website ANITA memiliki kegunaan yang baik dengan interpretasi tingkat penerimaan acceptable, tingkat grade skala C, dan adjektif rating masuk kategori OK (Netral). Website ANITA layak dan dapat diterima pengguna dengan skor 24.04. Perlu adanya pengkajian lebih lanjut untuk sampel yang lebih besar, peningkatan koordinasi dan pengaturan website, serta engagement website melalui komunikasi dua arah
Internalized
and external stigma experienced by people living with HIV (PLHIV) may impede
the effective delivery and uptake of HIV and Sexually Transmitted Infection
(STI) treatment services in Indonesia. Internalized stigma is more prevalent
than external stigma. Challenges persist in the form of inadequate
psychological support for PLHIV, largely attributable to constraints in
resources, time, and availability of media. Cognitive Behavioural Therapy (CBT)
offers a viable approach to addressing internalized stigma by facilitating
cognitive and behavioural restructuring. Sleman Regency and Yogyakarta City
reported as the highest HIV case burden within the Special Region of Yogyakarta
Provinces. Although psychological support services are available and several
community health centers (Puskesmas) provide HIV care, support, and
treatment services (PDP), research on intervention models aimed at
reducing internalized stigma among PLHIV remains limited. This study aims to
examine the potential of CBT-based interventions in reducing internalized
stigma among PLHIV. A mixed-methods design with a sequential exploratory
approach was used. The implementation of this study adhered to the Intervention
Mapping (IM) framework and design thinking approach, comprising two phases.
Phase 1 involved the identification and diagnosis of the problem and was
conducted as an exploratory qualitative phase. Phase 1 implemented step 1 and 2
IM and step empathize and define. A total of 18 informants participated,
including 6 outreach workers, 6 peer supporters, and 6 healthcare
professionals. Phase 2 consisted of stages, including: the implementation and
the evaluation stage. In the implementation stage, researchers developed a
model for implementing steps 3, 4 and 5 of IM using the ideate, prototype and
test approach from design thinking. Problem priority mapping, prototype
developing, usability testing, preparation of website usage guidelines and
website usage training were carried out. The evaluation stage is the
implementation of step 6 of IM, which is a quantitative stage to test the
feasibility (week 1) and acceptability (weeks 5-7) of the website ANITA. The
feasibility assessment involved 11 outreach workers from the Vesta Indonesia
Foundation and 10 peer supporters from the Victory Plus Foundation. The
acceptability assessment included 10 outreach workers from the Vesta Indonesia
Foundation, 10 peer supporters from the Victory Plus Foundation, and 53 PLHIV
supported by both foundations. The first intervention comprised a one-week training
program accompanied by website-based media for outreach workers and peer
supporters. The second intervention involved a three-week socialization phase
utilizing the website media for PLHIV. Based on the results of the feasibility
and acceptability test, the ANITA website has good usability with an
interpretation of the level of acceptance is acceptable, the grade scale level
is C, and the rating adjective is in the OK (Neutral) category. The ANITA
website is feasible and acceptable to users with a score of 24.04. Further
studies are needed for a larger sample, improved coordination and website
management, and website engagement through two-way communication.
Kata Kunci : pengurangan stigma internal, ODHIV, website, terapi perilaku kognitif / internal stigma reduction, PLHIV, website, cognitive behavioural therapy