Laporkan Masalah

Kinerja Induk Kelinci New Zealand White Dan Hycole

Sulton Maulana Ahmad, Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk kelinci New Zealand White dan Hycole yang dipelihara dalam kondisi yang sama. Penelitian menggunakan 40 ekor kelinci New Zealand White dan Hycole yang terdiri dari 15 ekor betina dan 5 ekor jantan pada masing-masing kedua bangsa tersebut. Kelinci dipelihara secara individu. Perkawinan dilakukan dengan cara memindahkan kelinci betina ke kandang jantan. Setelah selesai proses perkawinan kelinci betina di kembalikan ke kandangnya dan ditunggu sampai melahirkan. Setelah disapih kelinci betina dikawinkan kembali. Pemeliharaan dilakukan hingga kelinci melahirkan kembali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan variansi One Way ANOVA. Service per conception (S/C), litter size, bobot lahir, bobot lahir total, bobot sapih, bobot sapih total, mortalitas, post partum mating (PPM), interval kelahiran, indeks reproduksi induk (IRI), dan indeks produktivitas induk (IPI) kelinci New Zealand White dan Hycole berturut-turut masing-masing adalah 1,13±0,34 dan 1,13±0,35, 2,75±1,13 dan 3,60±1,76 ekor, 93,34±15,23g dan 73,11±13,72g, 248,75±94,70g dan 242,00±78,03g, 827,76±111,82g dan 655,83±115,58g, 1806,25±569,63g dan 2097,00±700,60g, 12,92±22,22 dan 3,17±9,12%, 43,50±5,88 dan 45,47±4,82 hari, 74,50±5,93 dan 76,67±4,42 hari, 11,09±4,23 dan 16,25±7,30 ekor/tahun, 8894,44±2852,54 dan 10007,17±3386,56 g/tahun. Service per conception (S/C), litter size, bobot lahir total, bobot sapih total, mortalitas, post partum mating (PPM), interval kelahiran, dan indeks produktivitas induk (IPI) pada kelinci New Zealand White dan Hycole berbeda tidak nyata. Bobot lahir dan bobot sapih kelinci New Zealand White lebih tinggi dari pada Hycole tetapi indeks reproduksi induk (IRI) lebih rendah dari pada Hycole. Disimpulkan bahwa kinerja induk kelinci Hycole lebih baik dari New Zealand White.

This study aimed to evaluate the doe performance of New Zealand White and Hycole rabbits raised under identical management conditions. A total of 40 rabbits were used, consisting of 15 does and 5 bucks from each breed. The rabbits were housed individually. Mating was performed by transferring the doe into the buck's cage, and after mating, the doe was returned to her cage until kindling. After weaning, the does were re-mated, and the cycle continued until the next kindling. Data were analyzed using one-way ANOVA. The reproductive parameters observed included service per conception, litter size, birth weight, total birth weight, weaning weight, total weaning weight, pre-weaning mortality, post-partum mating (PPM),  kindling interval, doe reproductive index (IRI), and doe productivity index (IPI). The results for New Zealand White and Hycole, respectively, were 1.13±0.34 and 1.13±0.35, 2.75±1.13 and 3.60±1.76 kits, 93.34±15.23 g and 73.11±13.72 g, 248.75±94.70 g and 242.00±78.03 g, 827.76±111.82 g and 655.83±115.58 g, 1806.25±569.63 g and 2097.00±700.60 g, 12.92±22.22% and 3.17±9.12%, 43.50±5.88 and 45.47±4.82 days, 74.50±5.93 and 76.67±4.42 days, 11.09±4.23 and 16.25±7.30 kits/year, 8894.44±2852.54 and 10007.17±3386.56 g/year. No significant differences were observed in service per conception, litter size, total birth weight, total weaning weight, mortality, PPM, kindling interval, or IPI between the two breeds. However, New Zealand White does had significantly higher birth and weaning weights, while Hycole does had a significantly higher reproductive index (IRI). It can be concluded that Hycole does exhibit better overall reproductive performance than New Zealand White does.

Kata Kunci : Kelinci Hycole, Kelinci New Zealand White, Kinerja Induk

  1. S1-2026-443043-abstract.pdf  
  2. S1-2026-443043-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-443043-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-443043-title.pdf