Efektivitas pelatihan Pesantren Kilat terhadap kemampuan regulasi diri ditinjau dari kecerdasan emosi dan kematangan sosial pada remaja
DACHRUD, Musdalifah, Prof.Dr. Sartini Nuryoto
2005 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Perkembangan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan kemampuan regulasi diri remaja ditinjau dari kecerdasan emosi sebelum dan setelah pelatihan pesantren kilat, 2) perbedaan kemampuan regulasi diri remaja ditinjau dari kematangan sosial sebelum dan setelah pelatihan pesantren kilat. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Anggeraja dan siswa SMK Negeri 1 Kalosi Enrekang Sulawesi Selatan sebanyak 72 siswa yang belum pernah mengikuti pelatihan pesantren kilat. Pengambilan subyek dengan teknik purposive random sampling . Rancangan penelitian menggunakan true experiment - unreated control group design with pretest and posttest. Subjek dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah yang proporsional, 36 subjek kelompok kontrol dan 36 subjek kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberi perlakuan pelatihan pesantren kilat. Analisa data yang digunakan adalah Nested Factorial atau Anava 1-jalur mixed 1 faktor. Hasil penelitian menyatakan bahwa kelompok eksperimen yang diberi pelatihan pesantren kilat menunjukkan peningkatan kecerdasan emosi sebesar 34.3% dan peningkatan kematangan sosial sebesar 42.3% lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya adalah pelatihan pesantren kilat efektif meningkatkan regulasi diri ditinjau dari kecerdasan emosi dan kematangan sosial.
This research aimed to identify: 1) different capability of adolescent selfregulation in term of emotional intelligence before and after short pesantren training, 2) different capability of adolescent self-regulation in term of social maturity before and after short pesantren training. The research subjects were students of SMA Negeri 1 Anggeraja and students of SMK Negeri 1 Kalosi Enrekang Sulawesi Selatan, with total of 72 students that have not followed short pesantren training. Subject was taken using purposive random sampling. Research design used true experiment untreated control group design with pretest and posttest. Subjects were divided into two groups proportionally: 36 subjects in control group and 36 subjects in experiment group. Experiment group was treated with short pesantren training. Data was analyzed using Nested Factorial or mixed one factor one-way Anava. Result of this study indicated that experiment group showed higher increase of emotional intelligence of 34.3% and higher increase of social maturity of 42.3% than control group. The conclusion is that short pesantren training is effective to improve self-regulation in term of emotional intelligence and social maturity
Kata Kunci : Psikologi Perkembangan,Kecerdasan Emosi,Regulasi Diri,Emotional Intelligence, Social Maturity, Short Pesantren Training