Analisis Konsumsi Bahan Bakar Mesin Bilah Bambu Portabel dengan Variasi Putaran untuk Menentukan Biaya Operasional
Irfan Alauddin Hidayat, Ir. Ignatius Aris Hendaryanto, S.T., M.Eng., IPM
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA MESIN
Mesin bilah bambu portabel digunakan untuk membantu proses pembilahan bambu agar lebih cepat dan efisien dibandingkan metode manual. Variasi putaran mesin memengaruhi konsumsi bahan bakar, produktivitas bahan bakar, kecepatan produksi, dan biaya operasional mesin. Analisis konsumsi bahan bakar menjadi hal penting untuk dikaji karena berkaitan langsung dengan besarnya biaya operasional yang dikeluarkan selama mesin beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar, menentukan biaya operasional proses pembilahan bambu, serta menentukan putaran mesin paling efisien berdasarkan produktivitas bahan bakar dan biaya operasional.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan variasi putaran mesin 1400 RPM hingga 2000 RPM. Parameter yang diamati meliputi waktu pembilahan, konsumsi bahan bakar, rata-rata konsumsi bahan bakar, produktivitas bahan bakar, kecepatan produksi, dan biaya operasional. Pengujian dilakukan menggunakan lima batang bambu pada setiap variasi putaran mesin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan putaran mesin memengaruhi seluruh parameter pengujian. Konsumsi bahan bakar terendah diperoleh pada putaran 1900 RPM sebesar 1,06 mL/pcs dengan produktivitas bahan bakar tertinggi sebesar 943 pcs/L. Kecepatan produksi tertinggi diperoleh pada putaran 2000 RPM sebesar 375 pcs/jam, namun biaya operasional tertinggi juga terjadi pada putaran tersebut sebesar Rp2.805/jam. Berdasarkan hasil analisis efisiensi, putaran 1900 RPM menunjukkan kondisi operasi paling efisien dengan rata rata biaya operasional Rp7,20/pcs dan biaya operasional sebesar Rp2.595/jam. Dengan demikian, putaran 1900 RPM dinyatakan sebagai putaran mesin paling efisien pada mesin pembilah bambu portabel.
A portable bamboo splitting machine is used to assist the bamboo splitting process in order to make it faster and more efficient than the manual method. Variations in engine speed affect fuel consumption, fuel productivity, production speed, and operational costs of the machine. Fuel consumption analysis is important to study because it is directly related to the operational costs incurred during machine operation. This study aimed to determine the effect of engine speed variations on fuel consumption, determine the operational costs of the bamboo splitting process, and identify the most efficient engine speed based on fuel productivity and operational costs.
The research was conducted using an experimental method with engine speed variations ranging from 1400 RPM to 2000 RPM. The observed parameters included splitting time, fuel consumption, average fuel consumption, fuel productivity, production speed, and operational costs. The tests were carried out using five bamboo pieces for each engine speed variation.
The results showed that increasing engine speed affected all testing parameters. The lowest fuel consumption was obtained at 1900 RPM with a value of 1,06 mL/pcs, while the highest fuel productivity was also achieved at 1900 RPM with a value of 943 pcs/L. The highest production speed was obtained at 2000 RPM with a value of 375 pcs/hour; however, the highest operational cost also occurred at this speed, amounting to IDR 2.805/hour. Based on the efficiency analysis, the 1900 RPM engine speed showed the most efficient operating condition with an average operational cost of IDR 7,20/pcs and an operational cost of IDR 2.595/hour. Therefore, 1900 RPM was determined as the most efficient engine speed for the portable bamboo splitting machine.
Kata Kunci : mesin bilah bambu portabel, putaran mesin, konsumsi bahan bakar, produktivitas bahan bakar, biaya operasional.