Laporkan Masalah

Hubungan antara komunikasi Interpersonal dan budaya organisasi dengan efikasi diri pada pegawai Pemda Kabupaten Tanggamus-Provinsi Lampung

SARTIKA, Ika, Dr. Marcham Darokah, MA

2005 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Industri dan Organisasi)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dan budaya organisasi dengan efikasi diri pada pegawai. Subyek penelitian adalah pegawai pada Sekretariat Pemda Kabupaten Tanggamus, dengan subyek berjumlah 94 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala komunikasi interpersonal, skala budaya organisasi dan skala efikasi diri. Berdasarkan analisa regresi, ditemukan: 1) Ada hubungan antara komunikasi interpersonal dan budaya organisasi secara bersama-sama dengan efikasi diri pada pegawai, diketahui dari R = 0,810 dengan p = 0,000; 2) Komunikasi interpersonal berhubungan positif dan sangat signifikan dengan efikasi diri pegawai, diketahui dari r-parsial = 0,770 dengan p = 0,000; 3) Budaya organisasi berhubungan negatif dengan efikasi pada pegawai, diketahui dari r-parsial 0,222 dengan p = 0,006 tetapi pada korelasi lugas menunjukkan arah yang negatif dengan rx2y -0,408 dengan p = 0,000. Komunikasi interpersonal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efikasi diri pada pegawai, dengan sumabngan efektif (SE%) sebesar 60,264%. Semakin baik komunikasi interpersonal maka semakin tinggi efikasi diri pegawai. Sedangkan budaya organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 5,776 %.

This research aims to understand the relationship between interpersonal communication and organizational culture with self-efficacy on the employee of Pemda Kabupaten Tanggamus-Provinsi Lampung. Its subject was 94 employees of Pemda Kabupaten Tanggamus-Provinsi Lampung. Its data were collected using the interpersonal communication scales, organizational culture scales, and self-efficacy scales. The result of regression analysis was found that: (1) it was the significant relationship between interpersonal communication and organizational culture with self-efficacy on the employee (R= 0.810 and p = 0.000); (2) it was accepted that the positive and significant relationship between interpersonal communication with self-efficacy on the employee (r-parsial = 0.770 and p = 0.000); (3) it was not accepted that the positive and significant relationship between organizational culture with self-efficacy on the employee (rparsial = 0.222 and p = 0.006) but on the lugas correlation indicated the negative and significant relationship (rx2y = -0.408 and p = 0.000). The interpersonal communication was one of many factor influencing selfefficacy on the employee with effective contribution (SE %) 60.264 %. If the interpersonal communication was good, the self-efficacy was higher as well. While the organizational culture influnced self-efficacy with effective contribution (SE %) 5.776 %.

Kata Kunci : komunikasi interpersonal, budaya organisasi, efikasi diri, interpersonal communication, organizational culture, self-efficacy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.