OTOMASI PENYARINGAN IRRELEVANT CLASHES PADA KOORDINASI BIM STRUKTUR DAN MEP MENGGUNAKAN METODE HIBRIDA RULE-BASED REASONING DAN MACHINE LEARNING
Azkianof Royhaan Ramadhan, Dr. Toriq Arif Ghuzdewan, ST, M.Sc.E.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Proses deteksi
benturan pada perangkat lunak BIM sering kali menghasilkan ribuan peringatan,
di mana mayoritasnya merupakan benturan palsu atau tidak relevan (irrelevant
clashes). Peninjauan manual terhadap clash ini menguras ratusan jam
kerja praktisi dan memicu kelelahan. Permasalahan utama yang diangkat adalah
bagaimana cara menyaring benturan palsu secara otomatis dan akurat dari laporan
XML bawaan tanpa menimbulkan kebocoran data (data leakage) akibat
penggunaan atribut koordinat spasial absolut. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan model kecerdasan buatan berbasis pendekatan hibrida untuk
mengklasifikasi tingkat relevansi benturan dan meminimalisasi beban kerja koordinator
BIM. Metode penelitian mengintegrasikan Rule-Based Reasoning (RBR)
sebagai pemberi aturan awal, dan Machine learning (XGBoost) sebagai
algoritma pembelajar utama. Dataset pemodelan terdiri atas 904 sampel benturan
berlabel hasil ekstraksi XML Autodesk Navisworks. Model secara khusus
menghindari ekstraksi dimensi volume (bounding box) dan mengandalkan
rekayasa fitur relasional, seperti interaksi pasangan elemen dan kepadatan
persilangan (clash hub). Teknik analisa data berfokus pada penanganan
kelas tidak seimbang (class imbalance) melalui fungsi Cost-Sensitive
Learning di dalam XGBoost tanpa memanipulasi kepalsuan data sintetik, yang
dievaluasi menggunakan Confusion Matrix dan analisis Feature
Importance. Hasil pengujian menunjukkan batas keputusan klasifikasi dengan
perolehan Accuracy 0.9227, Precision 0.8841, Recall F1-Score 0.8971, dan ROC-AUC 0.9753. Secara kuantitatif, implementasi
pengujian model pada dataset secara utuh sukses mengeliminasi 61.9%
peringatan irrelevant clash secara otonom, sekaligus mengamankan
peringatan pada benturan struktural kritis. Analisis mengungkapkan
pengelompokan hierarki disiplin utilitas MEP merupakan prediktor paling
determinan. Kesimpulannya, integrasi RBR-XGBoost terbukti amat efektif
mereduksi beban kerja peninjauan manual secara masif dan menawarkan solusi
otonomasi koordinasi desain yang jauh lebih efisien.
The clash detection process
in BIM software often generates thousands of warnings, the majority of which
are false or irrelevant clashes. Manual review of these clashes consumes
hundreds of engineering hours and induces fatigue. The main problem addressed
is how to automatically and accurately filter out false clashes from native XML
reports without causing data leakage due to the use of absolute spatial
coordinate attributes. This study aims to develop an artificial intelligence
model based on a hybrid approach to classify clash relevance levels and
minimize the workload of BIM coordinators. The research methodology integrates
Rule-Based Reasoning (RBR) to provide initial rules, and Machine Learning
(XGBoost) as the primary learning algorithm. The modeling dataset consists of
904 labeled clash samples extracted from Autodesk Navisworks XML. The model
specifically avoids extracting volume dimensions (bounding boxes) and relies on
relational feature engineering, such as element pair interactions and intersection
density (clash hubs). The data analysis technique focuses on handling class
imbalance through the Cost-Sensitive Learning function within XGBoost without
manipulating synthetic data, evaluated using the Confusion Matrix and Feature
Importance analysis. The testing results demonstrate a classification decision
boundary with an Accuracy of 0.9227, Precision of 0.8841, F1-Score of 0.8971,
and ROC-AUC of 0.9753. Quantitatively, the implementation of model testing on dataset
successfully eliminated 61.9% of irrelevant clash warnings autonomously, while
simultaneously securing warnings for critical structural clashes. The analysis
reveals that the hierarchical grouping of MEP utility disciplines is the most
determinant predictor. In conclusion, the integration of RBR-XGBoost is proven
highly effective in massively reducing the manual review workload and offers a
much more efficient automated design coordination solution.
Kata Kunci : Building Information Modeling (BIM), Clash Detection, Machine Learning, XGBoost, Rule-Based Reasoning (RBR)