PERANCANGAN FONDASI DALAM TOWER TRANSMISI SUTT 150 KV PADA TANAH RAWAN LIKUEFAKSI
Mohammad Althaf Ravi, Dr. Eng. Fikri Faris, S.T., M.Eng.,IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Keandalan
fondasi tower transmisi SUTT 150 kV di wilayah rawan likuefaksi menjadi
perhatian kritis mengingat fenomena likuefaksi dapat menyebabkan hilangnya
kapasitas dukung tanah secara tiba-tiba. Lokasi perancangan berada di Kabupaten
Toli-Toli, Sulawesi Tengah yang terindikasi memiliki potensi likuefaksi tinggi
berdasarkan karakteristik geologi berupa endapan kuarter material lepas dengan
muka air tanah dangkal di zona tektonik aktif. Standar perancangan fondasi yang
berlaku, yakni SPLN T5.008-2:2021 secara eksplisit belum mengakomodasi kondisi
tanah berpotensi likuefaksi. Perancangan ini hadir untuk melengkapi standar
yang ada dengan merancang fondasi tiang pancang yang mampu memikul beban tower
SUTT 150 kV tipe BB+03 (double circuit tension tower) secara aman
pada kondisi normal dan kondisi likuefaksi.
Perancangan dilakukan melalui analisis potensi likuefaksi menggunakan
metode deterministik berbasis data SPT dan uji laboratorium. Kapasitas dukung
aksial tiang tunggal dihitung menggunakan tiga metode empiris dengan nilai
paling konservatif sebagai dasar perancangan. Analisis penurunan tiang
dilakukan menggunakan metode empiris, sedangkan analisis respons lateral dan
kapasitas lateral tiang dilakukan secara numeris dengan bantuan perangkat lunak
RSPile berbasis metode p-y curve. Dua alternatif desain fondasi tiang
diajukan, yaitu Desain 1 (4D600) dan Desain 2 (6D500) yang masing-masing
dievaluasi kinerjanya pada kondisi normal dan kondisi likuefaksi. Penyusunan
RAB dilakukan menggunakan AHSP dengan pemodelan volume tiga dimensi melalui
Autodesk Revit 2024.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lapisan tanah di lokasi perancangan
berpotensi likuefaksi pada kedalaman 4 – 8 dan 10 meter sehingga kedalaman
minimum tiang ditetapkan 11 meter. Kedua alternatif desain memenuhi seluruh
kriteria keamanan pada kedua kondisi dengan kontrol paling kritis berupa safety
factor tarik pasa likuefaksi, yakni
sebesar 2,011 untuk Desain 1 dan 2,315 untuk Desain 2. Desain 1
direkomendasikan sebagai desain optimum karena telah memenuhi seluruh
persyaratan keamanan minimum dengan biaya konstruksi Rp867.658.127,60 per tower, lebih efisien 5,95%
dibandingkan dengan desain 2 sebesar Rp919.245.109,99.
The reliability of transmission
tower foundations for 150 kV high-voltage overhead lines (SUTT) in
liquefaction-prone areas is a critical concern, as liquefaction can cause
sudden loss of soil bearing capacity. The design location is situated in
Toli-Toli Regency, Central Sulawesi, identified as having high liquefaction
potential based on its geological characteristics in the form of quaternary
deposits of loose material with a shallow groundwater table in an active
tectonic zone. The applicable foundation design standard, SPLN T5.008-2:2021, has
not yet explicitly accommodated liquefaction-prone soil conditions. This study
therefore aims to complement the existing standard by design a pile foundation
capable of safely carrying the loads of a BB+03 type 150 kV SUTT tower (double
circuit tension tower) under both normal and liquefaction conditions.
The design was carried out through
liquefaction potential analysis using the deterministic method based on SPT
data and laboratory test results. Axial bearing capacity of single piles was
calculated using three empirical methods, with the most conservative value
adopted as the design basis. Pile settlement analysis was performed using an
empirical method, while lateral response and lateral capacity analyses were
conducted numerically using RSPile software based on the p-y curve method. Two
alternative pile foundation designs were proposed: Design 1 (4D600) and Design
2 (6D500), each evaluated under normal and post-liquefaction conditions. The
bill of quantities was prepared using unit price analysis with volume
calculations derived from three-dimensional modeling in Autodesk Revit 2024.
Results indicate that the soil
layers at the design location are susceptible to liquefaction at depths of 4 –
8 and 10 meters, establishing a minimum pile depth of 11 meters. Both
alternative designs satisfy all safety criteria under those two conditions,
with the most critical control being the tensile safety factor under
post-liquefaction conditions, that is 2,011 for Design 1 and 2,315 for Design
2. Design 1 is recommended as the optimum foundation design, as it fulfills all
minimum safety requirements at a construction cost of IDR 867.658.127,60 per tower, which is 5,95% more
economical than Design 2 at IDR 919.245.109,99.
Kata Kunci : fondasi tiang pancang, likuefaksi, SUTT 150 kV, kinerja fondasi, efisiensi biaya