SINTESIS, STUDI PENAMBATAN MOLEKUL, DAN UJI SITOTOKSISITAS NANOSUSPENSI ANALOG KURKUMIN 1-BENZIL-3,5-BIS(3-FENILALILIDEN)-4-PIPERIDON TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7
Fara Aghniyar Rachman, Dr. Endang Astuti, M.Si.; Prof. Dr. Winarto Haryadi, M.Si.
2026 | Skripsi | KIMIA
Pengembangan analog kurkumin
monokarbonil dilakukan untuk memperoleh senyawa antikanker yang lebih stabil
dan meningkatkan aktivitas biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mensintesis analog kurkumin monokarbonil 1-benzil-3,5-bis(3-fenilaliliden)-4-piperidon
kemudian diformulasikan dalam bentuk nanosuspensi. Karakterisasi senyawa hasil
sintesis dikonfirmasi menggunakan ATR-IR, 1H-NMR, dan 13C-NMR,
sedangkan karakteristik sediaan nanosuspensi dievaluasi dengan PSA-DLS dan SEM.
Aktivitas sitotoksik dievaluasi terhadap
sel MCF-7 dan sel Vero untuk memperoleh IC50 dan indeks selektivitas.
Studi penambatan molekul dilakukan untuk menganalisis interaksi molekul dan
afinitas ikatan senyawa terhadap protein target Bcl-2, PI3K, dan ER?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analog kurkumin monokarbonil berhasil disintesis sebagai padatan kuning dengan rendemen 39,6?n kemurnian 92%. Formulasi nanosuspensi berhasil menurunkan ukuran partikel dari 883 nm menjadi 176 nm, menurunkan nilai polidispersitas dari 0,69 menjadi 0,19, serta mengubah zeta potensial dari ?24,59 mV menjadi ?38,32 mV. Nilai IC50 terhadap sel MCF-7 menurun dari 148,03 µg mL-1 menjadi 36,46 µg mL-1 setelah diformulasikan menjadi nanosuspensi, sedangkan indeks selektivitas meningkat dari 0,70 menjadi 3,52. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nanosuspensi analog kurkumin memiliki aktivitas sitotoksik dan selektivitas dengan kategori sedang terhadap sel MCF-7 dibandingkan sel Vero. Hasil penambatan molekul menunjukkan bahwa analog kurkumin memiliki afinitas ikatan yang lebih negatif dibandingkan kurkumin terhadap protein target, sehingga diprediksi memiliki interaksi yang lebih stabil. Berdasarkan hasil tersebut, analog kurkumin 1-benzil-3,5-bis(3-fenilaliliden)-4-piperidon berpotensi untuk dikembangkan sebagai kandidat senyawa antikanker payudara dalam bentuk nanosuspensi.
The development of monocarbonyl curcumin
analogs is carried out to obtain more stable anticancer compounds with improved
biological activities. This study aimed to synthesize the monocarbonyl curcumin
analog 1-benzyl-3,5-bis(3-phenylallylidene)-piperidin-4-one and formulated as a
nanosuspension. Characterization of the synthesized compound was confirmed using ATR-IR,
1H-NMR, dan 13C-NMR spectroscopy, while the characteristics of the
nanosuspension formulation was evaluated using PSA-DLS and SEM. The cytotoxic
activity was evaluated against MCF-7 breast cancer cells and Vero cells to
determine the IC?? values and
selectivity index. Molecular docking studies were
performed to analyze the molecular interactions and binding affinities of the
compound against Bcl-2, PI3K, and ER? target proteins.
The results of the study show that a monocarbonyl
curcumin analog was successfully synthesized as a yellow solid with a yield of 39.6% yield and
92% purity. Nanosuspension formulation successfully reduces the particle size from 883 nm to 176 nm, decreased the polydispersity
index from 0.69 to 0.19, and changed the zeta potential from ?24.59 mV to
?38.32 mV. The IC50 value against MCF-7 cells significantly decreased
from 148.03 µg mL-1
to 36.46 µg mL-1 after nanosuspension formulation, while the selectivity index
increased from 0.70 to 3.52. These results indicate that the curcumin analog
nanosuspension possesses moderate cytotoxic activity and moderate
selectivity toward MCF-7 cells compared to Vero cells. Molecular docking
results showed that the curcumin analog had more negative binding affinities
than curcumin toward the
target proteins, indicating a more stable predicted
interaction with three target proteins. Based on these findings, the monocarbonyl curcumin analog 1-benzyl-3,5-bis(3-phenylallylidene)-piperidin-4-one
has potential to be developed as a breast anticancer candidate in a
nanosuspension formulation.
Kata Kunci : analog kurkumin, kanker payudara, nanosuspensi, penambatan molekul, sitotoksisitas