Karakteristik Morfologi dan Produksi Biomassa Hijauan pada Chicory (Cichorium intybus var. Cropmate) pada Umur 45 HST dengan Kepadatan Tanam Berbeda
Shofi Mutia Prihandini, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan kepadatan tanam terhadap pertumbuhan morfologi dan produksi biomassa pada tanaman chicory (Cichorium intybus var. Cropmate) usia 45 hari setelah tanam (HST). Percobaan ini dilakukan pada petak dengan luas 1 m2 dengan dua tingkat kepadatan tanam, yaitu 2 g/m2 dan 3 g/m2, di lahan percobaan Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter morfologi yang diamati meliputi Panjang tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan diameter batang. Sedangkan parameter produksi biomassa yang diamati meliputi produksi segar, kandungan bahan kering (BK), kandungan bahan organik (BO) serta produksi BK dan produksi BO. Data dianalisis dengan menggunakan Independent Sample T-test dengan IBM SPSS 27 untuk membandingkan kedua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chicory dengan kepadatan 2 g/m2 memiliki lebar daun dan diameter batang yang lebih lebar (P<0>
This study aimed to evaluate the effect of different planting densities on the morphological growth and biomass production of chicory (Cichorium intybus var. Cropmate) at 45 days after planting. The experiment was conducted on 1 m2 plots with two planting density levels, 2 g/m2 and 3 g/m2, at the Forage and Pasture Research Field, Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, using a Completely Randomized Design (CRD). Morphological parameters observed included plant length, plant height, number of leaves, leaf width, and stem diameter, while biomass production parameters included fresh yield, dry matter (DM) content, organic matter (OM) content, and the resulting DM and OM production. Data were analyzed using the Independent Sample T-test via IBM SPSS 27 to compare both treatments. The results showed that chicory with a density of 2 g/m2 had significantly greater leaf width and stem diameter (P<0>
Kata Kunci : chicory, bahan kering, kepadatan tanam, morfologi, produksi biomassa, chicory, biomass production, dry matter, morphological traits, planting density