Laporkan Masalah

Kepatuhan Pekerja terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Prosedur Kerja pada Pabrik Gondorukem di Pine Chemical Industry Pemalang

Krisnawan Dito Andriano, Ir. Ratih Madya Septiana, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Perhutani Pine Chemical Industry Pemalang merupakan salah satu unit industri yang berfungsi mengolah getah pinus menjadi produk turunan berupa gondorukem  yang memiliki risiko kerja tinggi, meliputi paparan panas, uap bertekanan, dan bahan  kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman  pekerja terhadap ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan prosedur kerja,  mengetahui tingkat kepatuhan pekerja terhadap pelaksanaan SOP dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta menganalisis hubungan antara kepatuhan pekerja dengan  kejadian kecelakaan kerja di PPCI pabrik 1. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui sensus terhadap 24  responden operator produksi pada tiga shift kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui  kuesioner, observasi langsung, dan wawancara. Tingkat kepatuhan diukur  menggunakan Skala Guttman, sedangkan hubungan kepatuhan dengan kecelakaan kerja dianalisis menggunakan Uji Chi-Square melalui SPSS versi 21.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pekerja terhadap K3 dan  prosedur kerja tergolong cukup baik namun belum merata, dengan tingkat pemahaman  masing-masing sebesar 75?n 83%. Kepatuhan terhadap SOP di seluruh stasiun produksi mencapai rata-rata 100%, sedangkan kepatuhan penggunaan APD secara  lengkap masih rendah dengan rata-rata 50,00%–66,67% per stasiun kerja akibat faktor  ketidaknyamanan. Uji Chi-Square menghasilkan nilai signifikansi 0,57 (p > 0,05), yang  berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan APD dengan  kejadian kecelakaan kerja. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi keselamatan kerja di PPCI pabrik 1 berada pada Tingkat Kematangan  Keselamatan Kerja level 2, yaitu Patuh (Compliant). Tingkat ini ditandai dengan  penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang lebih berorientasi pada  pemenuhan persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku dibandingkan dengan kesadaran yang muncul dari dalam diri pekerja mengenai pentingnya keselamatan dan  kesehatan kerja. 

Perhutani Pine Chemical Industry Pemalang is one of the industrial units that processes pine resin into derivative products in the form of gum rosin, an operation  with high occupational risks, including exposure to heat, pressurized steam, and 
hazardous chemicals. This study aims to identify workers' level of understanding of  Occupational Health and Safety (OHS) regulations and work procedures, determine  workers' level of compliance with SOP implementation and the use of Personal Protective Equipment (PPE), and analyze the relationship between worker compliance  and the occurrence of workplace accidents at the PPCI factory 1. The research  employed a case study method with descriptive qualitative and quantitative analysis  through a census of 24 production operator respondents across three work shifts. Data  were collected through questionnaires, direct observation, and interviews. The level of compliance was measured using the Guttman Scale, while the relationship between compliance and workplace accidents was analyzed using the Chi-Square Test via SPSS version 21.

The results showed that workers' understanding of OHS and work procedures  was fairly good but not evenly distributed, with understanding levels of 75% and 83%,  respectively. Compliance with SOPs across all production stations reached an average of 100%, while full compliance with PPE use remained low, averaging 50.00f.67% per work station due to discomfort factors. The Chi-Square Test yielded a  significance value of 0.57 (p > 0.05), indicating no significant relationship between PPE compliance and the occurrence of workplace accidents. Based on these overall  results, it can be concluded that the occupational safety conditions at the PPCI Factory  1 are at Safety Maturity Level 2, namely Compliant. This level is characterized by the implementation of occupational health and safety (OHS) that is more oriented toward  fulfilling legal and regulatory requirements than toward safety awareness arising  intrinsically from within the workers themselves. 

Kata Kunci : Kepatuhan, keselamatan dan kesehatan kerja, prosedur kerja, alat pelindung diri, Gondorukem ;compliance, occupational health and safety, work procedures, personal protective equipment, rosin

  1. S1-2026-496538-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496538-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496538-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496538-title.pdf