Komparasi Performa Usus Halus Ayam Broiler yang Dipelihara pada Lantai Atas dan Lantai Bawah Kandang Closed House
Muhammad Boma Wikan Tyoso, drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Ayam broiler merupakan ayam ras pedaging yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki banyak keunggulan. Ayam broiler memerlukan pemeliharaan yang intensif untuk memperoleh produksi yang optimal. Kandang closed house dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan ayam broiler. Inovasi pada kandang closed house yang banyak diterapkan yaitu kandang closed house bertingkat. Adanya perbedaan lantai tersebut memungkinkan adanya perbedaan mikroklimat pada setiap lantai kandang. Perbedaan mikroklimat dapat berpengaruh terhadap performa ayam broiler, termasuk ukuran usus halus ayam broiler. Usus halus merupakan organ vital yang berperan utama dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa usus halus ayam broiler yang dipelihara pada lantai atas dan lantai bawah dengan model kandang closed house. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu ayam broiler dengan strain Cobb sejumlah 500 ekor pada masing-masing lantai. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian sebanyak 10 ekor dari masing-masing lantai. Penelitian komparasi lantai kandang terhadap profil usus halus ayam broiler dilakukan dengan pengambilan data berupa panjang usus halus, bobot absolut dan relatif usus halus, panjang vili, kedalaman kripta, rasio panjang vili terhadap kedalaman kripta, dan lebar vili yang kemudian dibandingkan antar lantai. Data dianalisis dengan metode uji Independent Sample T-Test. Hasil dari penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan (P>0,05) pada panjang usus halus, bobot absolut dan relatif usus halus, panjang vili, kedalaman kripta, rasio panjang vili terhadap kedalaman kripta, maupun lebar vili. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada performa usus halus ayam pada sistem kandang closed house bertingkat.
Broiler chickens are a meat-producing breed widely consumed by the public and offer many advantages. Broiler chickens require intensive management to achieve optimal production. Closed-house poultry houses are designed to meet the management needs of broiler chickens. A widely adopted innovation in closed-house systems is the multilevel closed-house system. The presence of different levels allows for distinct microclimates on each floor of the house. These microclimatic differences can affect broiler chicken performance, including the size of their small intestines. The small intestine is a vital organ that plays a key role in digestion and nutrient absorption. This research aims to determine differences in small intestine performance between broiler chickens raised on the upper and lower levels of a closed-house housing system. The subjects used in this research were 500 Cobb-strain broiler chickens on each floor. A total of 10 chickens were sampled from each floor. Data collected during the research included small intestine length, absolute and relative small intestine weight, villus length, crypt depth, the ratio of villus length to crypt depth, and villus width, which were then compared across floors. The data were analyzed using the Independent Samples T-Test. The results of this research showed that there were no significant differences (P > 0.05) in small intestine length, absolute and relative small intestine weight, villus length, crypt depth, the ratio of villus length to crypt depth, or villus width. Based on the results obtained, it can be concluded that there were no significant differences in the small intestine performance of chickens in a multi-level closed-house system.
Kata Kunci : Ayam Broiler, Usus halus, Kandang closed house, Kandang bertingkat