Laporkan Masalah

Proses Sekuritisasi dalam Perubahan Kebijakan Internasional Finlandia

Farrel Rakha Aryasatya, Drs. Muhadi Sugiono, MA

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Sebagai negara yang terkenal atas ketidakberpihakannya, perubahan drastis kebijakan Finlandia menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada tahun 2022 merupakan fenomena yang unik. Penelitian ini mendalami perubahan tersebut dengan menggunakan landasan teoritis proses sekuritisasi Copenhagen School. Melalui analisis konten untuk mengidentifikasi dan mengkategorisasikan bingkai utama (Pashakhanlou, 2017) dari media informasi di Finlandia mengenai isu ancaman Rusia dan keanggotaan di NATO, bingkai yang telah dikelompokan kemudian dianalisis menggunakan frame analysis untuk menemukan empat komponen utamanya (Entman, 1993) yang kemudian dijabarkan kepada faktor-faktor proses sekuritisasi Copenhagen School. Dari analisis tersebut, ditemukan bahwa elit politik Finlandia membingkai Rusia sebagai ancaman dengan bingkai 'Rusia tidak bisa dipercaya' pasca dimulainya Perang Rusia-Ukraina, yang mendorong keanggotaan di NATO sebagai 'jaminan keamanan' bagi Finlandia. Penelitian ini mengidentifikasi partisipasi aktif NATO dan anggotanya, Partai Koalisi Nasional, dan perubahan kebijakan partai-partai besar Finlandia sebagai pendorong perubahan  Penelitian ini juga mengidentifikasi kegagalan Rusia dan aktor domestik dalam mencegah Finlandia bergabung dengan NATO akibat kegagalan melaksanakan semua empat model desekuritisasi.

As a nation well-known for its non-alignment policy, Finland's entry to the North Atlantic Treaty Organization (NATO) in 2022 became a unique phenomenon. This research delves into this drastic change utilising the Copenhagen School theory of securitization. It uses content analysis in identifying and categorizing important framing processes (Pashakhanlou, 2017) within Finnish media containing contents of Russian threats and NATO membership, and analyzes the identified frames using frame analyses to produce the four components of framing process (Entman, 1993) which are then mapped into the factors of securitisation as posited by the Copenhagen School. This research discovers that Finnish political elites use the frame 'Russia cannot be trusted' following the breakout of the Russo-Ukrainian War, which pushed for the acceptance of NATO as 'guarantor of security'. This research identified active participation of NATO and its members, the National Coalition Party, and the changed policy positions of Finland's political parties in pushing the policy change. This research also identified Russia's and domestic actors' failure in opposing Finland's NATO membership due to their failure of exercising all four models of de-securitization.

Kata Kunci : Sekuritisasi, Pembingkaian, NATO, Finlandia, Rusia

  1. S1-2026-479943-abstract.pdf  
  2. S1-2026-479943-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-479943-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-479943-title.pdf