Laporkan Masalah

Pengaruh Minyak Pada Pasir Cetak Terhadap Kwalitas Pengecoran Aluminium

Eko Prastyo, Prof. Dr. Suyitno , S.T, M.Sc.

2009 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan sifat mekanis dari hasil pengecoran aluminium dengan menggunakan pasir cetak. Pasir cetak yang digunakan ditambah minyak dengan persentase yang berbeda. Jenis pasir cetak yang digunakan juga bervariasi. Penilitian ini diharapkan menambah ilmu dan wawasan tentang bahan-bahan terutama aluminium. Benda uji diperoleh dari pengecoran aluminium dengan pasir cetak variasi minyak dan jenis pasir. Pasir cetak sebelum dimasukkan ke dalam kerangka cetakan terlebih dahulu diberikan minyak dengan persentase berat atom 1%, 3%, 5% untuk variasi campuran minyak, sedangkan untuk variasi jenis pasir hitam, pasir merah, dan pasir silika hanya menggunakan 1% campuran minyak pada masing-masing pasir. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan brinell, dan pengujian tarik. Pengujian dilakukan di Laboratorium Bahan TM Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pasir hitam dengan 5% minyak menghasilkan struktur mikro paling buruk. Pasir merah dengan 1% minyak menghasilkan struktur mikro paling baik. Cetakan Pasir hitam menghasilkan rongga udara yang banyak dibandingkan dengan cetakan pasir merah atau pasir silika. Benda uji IV harga rata-rata kekerasan yang paling tinggi, yaitu 85,18 kg/mm² dari lima benda uji (benda uji I = 84,05 kg/mm², benda uji II = 77,86 kg/mm², benda uji III = 75,22 kg/mm², benda uji IV = 85,18 kg/mm², benda uji V = 48,93 kg/mm²). Data pengujian tarik menunjukkan hasil coran aluminium mempunyai harga tegangan tarik rata-rata sebesar 13,96 kg/mm2 , 15,63 kg/mm2, 14,56 kg/mm2, 17,28 kg/mm2 dan 11,71 kg/mm2 .

This study aims to determine the physical and mechanical properties of aluminum castings produced using molding sand. The molding sand used was mixed with varying percentages of oil, and different types of sand were employed. This research is expected to expand knowledge and insight regarding materials, particularly aluminum. Test specimens were obtained from aluminum castings using various oil percentages and sand types. Before being placed into the mold frame, the molding sand was mixed with oil at weight percentages of 1%, 3%, and 5% for the oil mixture variations; meanwhile, for the sand type variations—black sand, red sand, and silica sand—a 1% oil mixture was used for each type. The tests conducted included microstructure analysis, Brinell hardness testing, and tensile testing. Testing was performed at the Materials Laboratory of the Mechanical Engineering Department at Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Black sand with 5% oil yielded the poorest microstructure, whereas red sand with 1% oil yielded the best microstructure. Black sand molds resulted in a higher number of air voids compared to red sand or silica sand molds. Test specimen IV exhibited the highest average hardness value at 85.18 kg/mm² among the five specimens (Specimen I = 84.05 kg/mm², Specimen II = 77.86 kg/mm², Specimen III = 75.22 kg/mm², Specimen IV = 85.18 kg/mm², Specimen V = 48.93 kg/mm²). Tensile testing data show that the aluminum castings have average tensile strength values ??of 13.96 kg/mm², 15.63 kg/mm², 14.56 kg/mm², 17.28 kg/mm², and 11.71 kg/mm².

Kata Kunci : sifat fisis dan sifat mekanis, minyak, jenis pasir.

  1. S1-FTK-2009-Eko_Prastyo-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2009-Eko_Prastyo-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2009-Eko_Prastyo-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2009-Eko_Prastyo-title.pdf