Dimensi kekerasan dalam pembangunan Taman Nasional Gunung Merapi
GHOZALI, M. Ikhsan, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2005 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional (Magister Perdamaian dan ResPenelitian ini merupakan studi kasus intrinsik dan instrumental atas rencana pembangunan Taman Nasional Gunung Merapi yang dipandang tidak partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian lapang yang meliputi pengamatan terlibat dan wawancara mendalam serta kajian pustaka yang meliput i berbagai referensi, buku-buku, bulletin atau majalah, koran, dan laporan-laporan (pemerintah, akademisk dan LSM), baik langsung maupun dari internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kekerasan yang terjadi dalam kasus TNGM lebih mengarah pada kekerasan struktural, secara psikologis dan simbolis, kekerasan represif, serta kekerasan alienatif. Sedangkan dampak yang dirasakan masyarakat meliputi aspek sosial–budaya, ekonomi, dan politik–hukum, baik yang telah dan akan dirasakan oleh masyarakat Merapi. Sebagai respon atas kekerasan, dampak dan dilema antara kepentingan eksistensi (seperti pemenuhan kebutuhan hidup) dan kepentingan konservasi (versi pemerintah), maka masyarakat bersama pihak-pihak yang peduli dengan kelestarian kawasan Merapi dan eksistensi masyarakatnya kemudian melakukan perlawanan, memperjuangkan hak–hak mereka yang selama ini diabaikan
This research is an intrinsic and instrumental case study of the development plan of Mount Merapi National Park, which is considered exclusive and does not pay attention to the aspect of participation. The data collection was carried out through the method of observation, indepths and literature study by using various references such as books, bulletines or magazines and reports (government reports, academic reports, and NGO reports). The result of the study shows that the dimension of violence in the case of Mount Merapi National Park tends to be a structural, psychological and symbolic, repressive, and alienative form of violence. The current and future impact towards the people include the impact in terms of social cultural, economic, political and legal aspects. Due to the violence occuring, the impact and the dilemma between the importance of existence (such as the fulfillment of basic needs) and conservation needs, the people together with concerned parties interested in conserving Mount Merapi and in maintaining the existence of the people living there are fighting back for their rights.
Kata Kunci : Taman Nasional Merapi,Konservasi,Kekerasan Struktural, Conservation, National Park, Structural Violence, Impact, Response, Participation, and Rights.