Laporkan Masalah

Analisis penanganan pemulangan dan pemukiman kembali pengungsi internal dan implikasinya terhadap perilaku kekerasan

AMAL, Marjorie Saidah, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2005 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional (Magister Perdamaian dan Res

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik dan aksi kekerasan yang terjadi dibalik kebijakan penanganan pemulangan dan pemukiman kembali pengungsi di Maluku Utara pasca konflik horizontal baru-baru ini. Yaitu mengapa perilaku kekerasan itu terjadi, bagaimana dampak cara penanganan tersebut dalam memicu kekerasan, serta apa yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk membenahi penanganan pengungsi yang telah berjalan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, di mana data diperoleh dari hasil wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, kajian pustaka dan literatur lainnya, serta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak-pihak terkait. Analisa data mengambil cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungsi tetap mengalami kekerasan, baik berupa penghambatan terhadap berbagai akses penting yang seharusnya diberikan, pemiskinan, ketidakadilan, maunpun diskriminasi. Pemicu lain yang terkait dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan pengungsi yang merupakan isu sentral, yaitu program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi, ketidakcocokan data pengungsi, perlindungan keamanan, status kepemilikan tanah/rumah, penyalahgunaan dana pengungsi; yang keseluruhannya memunculkan kekecewaan dan ketegangan di kalangan pengungsi, dan akhirnya turut memberi warna pada dinamika hubungan antara masyarakat pengungsi dengan pemerintah, maupun hubungan antara masyarakat pengungsi dengan masyarakat lokal. Eksplanasi menarik yang ditemukan perihal dampak kebijakan penanganan terhadap sensitivitas konflik dan kekerasan yang dialami pengungsi, terkait dengan tiga aspek penting yaitu: mengkristalnya ketidakpercayaan terhadap kebijakan penanganan pemerintah, terhambatnya upaya rekonsiliasi alamiah pasca-konflik, serta melemahkan kesadaran pengungsi untuk berpartisipasi dalam masyarakat ke arah perubahan.

The research aims to acknowledge the conflict and violence which occur due to the policy in managing the return and resettlement of refugees in North Maluku after the recent horizontal conflict, why the violent behavior occurs, how does the management contribute in triggering the violence, and what needs to be done by the government in order to straighten out the ongoing management of refugees. The method applied here is qualitative method, by which data are obtained from intensive interviews, participatory observation, referential study and from other resources, and through Focus Group Discussion (FGD) with the parties involved. The data analysis applies the method of qualitative descriptive. Result of the research shows that refugees still undergo violence, such as obstruction in various access that are supposedly given to them, impoverishment, injustice, and discrimination. Other triggers in relevance to the government's policy of refugees management - which are the central issue here - are the programs of rehabilitation and economy recovery, the inaccuracy of refugees data, protection for the safety, the ownership status of land/house, refugee funds abuse; in its entirety that which leads to the disappointment and tension among the refugees, and eventually influences the dynamics of relationship between refugees with the government, also between refugees and local people. Interesting explanations which has been found regarding the impact of the management policy towards the conflict sensitivity and violence experienced by refugees, are related to three important factors: a crystallized mistrust for the government's management policy, the obstruction in the attempts for post-conflict natural reconciliation, that which weakens the refugees' awareness to participate in society for a change.

Kata Kunci : Pengungsi, Konflik, Kebijakan Penanganan, pemulangan dan pemukiman kembali, Rekonstruksi pasca-konflik, Kekerasan, management policy, return and resettlement, Post-conflict reconstruction, Conflict, Violence


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.