Muatan Budaya Pengobatan Tradisional Melayu dalam Ilmu Tabib Ubat: Kajian Semiotika Roland Barthes
Karnesti Septianingrum, Dr. Rakhmat Soleh, S.S., M.Hum.
2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini membahas muatan budaya dalam pengobatan tradisional Melayu pada naskah Ilmu Tabib Ubat melalui kajian semiotika Roland Barthes. Naskah ini dipilih karena memuat berbagai tanda budaya yang berkaitan dengan pengobatan tradisional Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistematika serta pola formulasi resep dalam Ilmu Tabib Ubat dan mengidentifikasi tanda-tanda budaya serta menjelaskan maknanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan tanda-tanda yang terdapat dalam resep. Analisis dilakukan menggunakan teori semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ilmu Tabib Ubat terdiri atas dua bagian, yaitu bagian ajaran etika dan keagamaan serta bagian pengobatan. Resep-resep pengobatan disusun dengan pola formulasi yang relatif sistematis melalui unsur pembuka, persiapan, tindakan, ketentuan, bacaan, dan penutup. Selain itu, ditemukan lima kategori tanda, yaitu tanda angka, waktu, religius, bahan, dan ritual. Pada tingkat denotasi, tanda-tanda tersebut berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan pengobatan. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut menunjukkan adanya hal-hal yang dianggap mendukung proses penyembuhan. Pada tingkat mitos, tanda-tanda tersebut merepresentasikan sistem kepercayaan dan pandangan hidup masyarakat Melayu. Penelitian ini menunjukkan bahwa Ilmu Tabib Ubat mencerminkan perpaduan pengetahuan pengobatan tradisional, kepercayaan, dan tradisi masyarakat Melayu.
This research discusses the cultural content in Malay traditional medicine in the Ilmu Tabib Ubat manuscript through Roland Barthes' semiotic analysis. This manuscript was selected because it contains various cultural signs related to Malay traditional medicine. This study aims to describe the systematics and formulation patterns of prescriptions in Ilmu Tabib Ubat and to identify cultural signs, along with explaining their meanings. This research employs a qualitative descriptive method. Data were collected through literature review by reading, identifying, and classifying the signs found in the prescriptions. Analysis was conducted using Roland Barthes' semiotic theory through three levels of denotation, connotation, and myth.
Findings reveal that Ilmu Tabib Ubat consists of two sections, namely ethical and religious teachings and medical treatment. The medical prescriptions are arranged in systematic formulation patterns consisting of opening, preparation, action, requirement, recitation, and closing elements. Furthermore, five categories of signs were identified, namely numerical, temporal, religious, material, and ritual signs. At the level of denotation, these signs function as instructions for medical treatment. At the level of connotation, these signs indicate factors considered to support the healing process. At the level of myth, these signs represent the belief and worldview of the Malay community. This research concludes that Ilmu Tabib Ubat reflects the traditional medical knowledge, beliefs, and traditions of Malay society.
Kata Kunci : Ilmu Tabib Ubat, pengobatan tradisional Melayu, semiotika Roland Barthes, naskah Melayu, muatan budaya