Laporkan Masalah

Penggunaan enzim fiitase untuk meningkatkan penampilan dan kualitas tulang pada ayam broiler

LA'A, Monika, Prof.Dr.Ir. Tri Yuwana, SU.,DEA

2005 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan enzim fitase terhadap penampilan ayam broiler dan level fosfor tersedia terhadap kualitas tulang tibia. Seratus dua belas ekor ayam broiler unsexed digunakan dalam penelitian ini selama enam minggu. Ayam broiler dibagi secara acak menjadi tujuh perlakuan, masing-masing perlakuan diulang empat kali dan setiap ulangan terdiri atas empat ekor. Perlakuan tersebut adalah R0: pakan mengandung P organik 0,31% tanpa enzim fitase R1 : pakan mengandung P organik 0,39% + 0 enzim fitase, R2: pakan mengandung P organik 0,46% tanpa enzim fitase, R3: pakan mengandung P organik 0,54% tanpa enzim fitase, R4: pakan mengandung P organik 0,39% dengan 500 FTU enzim fitase, R5: pakan mengandung P organik 0,46% dengan 750 FTU enzim fitase dan R6: pakan mengandung P organik 0,54% dengan 1000 FTU enzim fitase. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi pakan, analisis kadar fosfor tulang, kadar abu tulang, fosfor darah, fosfor ekskreta dan tibia dischondroplasia. Data dianalisis menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah dan jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Uji Kontras Ortogonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa pakan yang mengandung P organik 0,39% dan 0,46% dengan penambahan enzim fitase 500 FTU dan 750 FTU menghasilkan konsumsi pakan, berat badan dan berat karkas yang lebih baik dibandingkan dengan pakan yang mengandung fosfor yang sama tanpa penambahan enzim fitase. Perlakuan yang mengandung P organik 0,39% dan 0,46% dengan penambahan enzim fitase 500 FTU dan 750 FTU mengahasilkan fosfor tulang yang terbaik dan fosfor yang terbuang lewat ecxreta lebih kecil dibanding perlakuan lainnya. Penggunaan enzim fitase dalam pakan tidak mempengaruhi kadar abu dan kadar fosfor ekscreta.

The study was conducted to investigate the effect of phytase enzyme on broiler performance and available phosphorous level on quality of tibia bone. One hundred and twelve unsexed day old chicken (DOC) broiler were used in this study. All chickens were randomly divided into seven treatments with four replications of four chickens respectively. Those the treatments were: diet containing 0.31 % organic phosphorous P without phytase enzyme (RO), 0.39 % P + 0 phytase enzyme (R1), 0.46 % P + 0 phytase enzyme (R2), 0.54 % P + 0 phytase enzyme (R3), 0.39 % P + 500 FTU phytase enzyme (R4), 0.46 % P + 750 FTU phytase enzyme (R5), 0.54 % P + 1000 phytase enzyme (R6), respectively. Parameter measurements were feed consumption, average of daily gains (ADG), feed conversion, bone phosphorous content, bone ash, blood phosphorous, excreta phosphorous, and tibia dischondroplasia. The collected data were analyzed by a one way classification of variance analyses (CRD), followed by orthogonal contrast test. The results indicated that diet containing 0.39 % and 0.46 % of phosphorous supplemented with 500 FTU and 750 FTU phytase enzyme resulted the best feed consumption, live weight and carcass weight, compared to diet containing similar phosphorous without phytase enzyme supplementation. The treatment of dietary 0.39 % and 0.46 % organic phosphorous supplemented with 500 FTU and 750 FTU phytase enzyme resulted the best bone phosphorous, and the phosphorous released by excreta was lower than other treatments. The utilizatiton of phytase enzyme in the diet did not affect on ash content and phosphorous of excreta.

Kata Kunci : Ayam Broiler,Kualitas Tulang,Enzim Fitase, Phytase enzyme, Phosphorous, Tibia, Broiler chicken


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.