Kolokasi dan Konkordansi Frasa Nomina Tenaga Kerja Asing dalam Pemberitaan Di Media Jerman: Linguistik Deskriptif
Fanny Puteri Cahyani, Dr. Merry Andriani., S.S., M.L.C.S.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebahasaan pada pemberitaan tenaga kerja asing di dua media dengan membandingkan media milik pemerintah dan swasta. Media bukanlah sebuah entitas netral, karena pada dasarnya media memiliki ideologinya masing-masing. Tentu ideologi tersebut akan mempengaruhi bagaimana media menggambarkan dan memberitakan isu-isu yang ada. Melalui sudut pandangan linguistik deskriptif, teori W.P Lehmann (1957), hiponimik, dan teori Benson mengenai kepemilikan media, penelitian ini bertujuan memaparkan bagaimana strategi-strategi penggunaan bahasa pada dua media Jerman yang berbeda untuk membingkai isu tenaga kerja asing. Penelitian ini menerapkan pendekatan metode korpus dan deskriptif sebagai metode triangulasi data pada 1880 artikel di era kepemimpinan Angela Merkel dan Olaf Scholz tahun 2007 hingga 2025. Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan frasa nomina tenaga kerja asing pada media die Tagesschau (media publik) dan die Tageszeitung (media independen) sebagai salah satu strategi kebahasaan dalam membingkai isu tenaga kerja asing di Jerman. Ditemukan bahwa dua media tersebut menggunakan tipe I dan tipe III untuk memadatkan informasi serta memposisikan tenaga kerja asing sebagai fungsi subjek dan fungsi objek dalam sintaksis. Sementara melalui kolokasinya, media die Tagesschau cenderung mengaitkan dengan isu historis, hukum, dan kebijakan. Sedangkan kolokasi pada media die Tageszeitung lebih beragam dan kritis dalam mengaitkan isu tenaga kerja asing. Perbedaan strategi tersebut menunjukkan bahwa adanya kontrol dari ideologis masing-masing media berdasarkan kepemilikannya.
This study aims to analyze the linguistic strategies used in news coverage of foreign workers in two media outlets by comparing government-owned and private media. The media is not a neutral entity, as each media outlet essentially has its own ideology. This ideology will influence how the media portrays and reports on current issues. Through the lens of descriptive linguistics, W.P. Lehmann’s theory (1957), hyponymy, and Benson’s theory of media ownership, this study aims to illustrate how language strategies are employed in two distinct German media outlets to frame the issue of foreign labor. This study employs a corpus-linguistic and descriptive approach as a method of data triangulation on 1,880 articles from the leadership eras of Angela Merkel and Olaf Scholz, spanning the years 2007 to 2025. The research findings reveal the use of the phrase “foreign workers” in the media outlets die Tagesschau (public media) and die Tageszeitung (independent media) as a linguistic strategy for framing the issue of foreign workers in Germany. It was found that these two media outlets employ Type I and Type III constructions to condense information and position foreign workers as subjects and objects in the syntax. Meanwhile, through their collocations, die Tagesschau tend to be associated with historical, legal, and policy issues. In contrast, collocations in die Tageszeitung are more diverse and critical in addressing the issue of foreign workers. These differing strategies indicate the influence of each media outlet’s ideological orientation based on its ownership.
Kata Kunci : frasa nomina, linguistik deskriptif, korpus, tenaga kerja asing.