Laporkan Masalah

Formulasi Pakan Semi-Cair dengan Berbagai Konsentrasi Metil Eugenol untuk Meningkatkan Kemampuan Kawin Lalat Buah Jantan Bactrocera Carambolae (Diptera: Tephritidae)

Hanifa Riezky Ramadhani, Dr. Suputa, S.P., M.P.; Dr. Murni Indarwatmi, M.Si.

2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Bactrocera carambolae merupakan hama polifag invasif asal Asia Tenggara yang menginfestasi lebih dari 100 tanaman inang dan telah ditetapkan sebagai hama karantina, sehingga keberadaannya dapat membatasi akses pasar ekspor melalui penerapan persyaratan karantina yang ketat. Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan metode pengendalian ramah lingkungan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan kawin jantan steril. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pakan semi-cair dengan konsentrasi ME 1%, 3%, 5?n umur pemberian 5, 10, 15 hari terhadap kemampuan kawin jantan non-steril B. carambolae. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan parameter Relative Mating Success (RMS), proporsi jantan berhasil kawin, dan durasi kopulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik suplementasi ME belum terbukti meningkatkan proporsi kawin maupun durasi kopulasi (p > 0,05). Secara deskriptif, kombinasi perlakuan terbaik adalah jantan umur 10 hari dengan ME 3% yang menunjukkan RMS tertinggi (0,79) dan proporsi kawin (0,80 vs 0,27; p = 0,091). Perlakuan ini lebih diunggulkan karena sesuai dengan praktik TSM yang melepas jantan steril pada usia muda. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi kecenderungan tersebut.

Bactrocera carambolae is an invasive polyphagous pest native to Southeast Asia that infests more than 100 host plants and has been designated as a quarantine pest. Therefore, its presence can limit export market access through the imposition of strict quarantine requirements. The Sterile Insect Technique (SIT) is an environmentally friendly control method, but its success is highly dependent on the mating ability of sterile males. This study aimed to examine the effects of semi-liquid diets supplemented with various concentrations of methyl eugenol (ME) (1%, 3%, 5%) and administration ages (5, 10, 15 days) on the mating ability of non-sterile male B. carambolae. The study employed a factorial design, with parameters including Relative Mating Success (RMS), the proportion of males that successfully mated, and copulation duration. The results showed that, statistically, ME supplementation was not found to significantly increase the mating proportion or copulation duration (p > 0.05). Descriptively, the best treatment combination was 10-day-old males given 3% ME, which showed the highest RMS (0.79) and mating proportion (0.80 vs 0.27; p = 0.091). This treatment is preferred because it aligns with SIT practices, which typically release sterile males at a young age. Further research is needed to confirm these trends.

Kata Kunci : Bactrocera carambolae, kemampuan kawin, metil eugenol, pakan semi-cair, Teknik Serangga Mandul

  1. S1-2026-494264-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494264-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494264-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494264-title.pdf