Laporkan Masalah

Tingkat Kejadian Infestasi Sarcoptes sp. Pada Kucing Di Klinik Hewan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM Periode Januari - Desember 2025

Aufarasya Alifia Afirianti, Dr. drh. Yanuartono, M. P.

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Infestasi Sarcoptes sp. merupakan salah satu penyakit kulit dari parasit yang sering ditemukan pada kucing domestik (Felis catus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian infestasi Sarcoptes sp. pada pasien kucing di Klinik Hewan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Yogyakarta periode Januari hingga Desember 2025 serta mempelajari keterkaitannya dengan faktor-faktor risiko berupa jenis kelamin, sistem pemeliharaan, kelompok umur, dan kepadatan populasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder memanfaatkan rekam medis (ambulatoir) pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 1.183 ekor pasien kucing yang diperiksa, sebanyak 82 ekor kucing (6.93%) dinyatakan positif terinfestasi Sarcoptes sp. Berdasarkan analisis faktor risiko, kasus infestasi Sarcoptes sp. ditemukan lebih tinggi pada kucing berjenis kelamin jantan (57.32%) dibandingkan betina (42.68%). Berdasarkan sistem pemeliharaan, kejadian tertinggi tercatat pada sistem semi-outdoor (41.46%), diikuti oleh sistem outdoor (32.93%), dan indoor (25.61%). Berdasarkan kelompok umur, infestasi didominasi oleh kelompok kitten (0–6 bulan) (57.32%). Berdasarkan variabel populasi, kucing yang hidup dalam kelompok (tidak soliter) menyumbang angka kejadian tertinggi (85.33%) dengan populasi 2–5 ekor merupakan yang terbanyak (34.15%). Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara sistem pemeliharaan, kelompok umur, dan kepadatan populasi dengan kejadian infestasi Sarcoptes sp. pada kucing. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk strategi pencegahan dan  pengendalian skabies pada kucing melalui manajemen pemeliharaan yang baik dan perawatan kesehatan rutin. 

Sarcoptes sp. infestation is one of the parasitic skin diseases frequently found in domestic cats (Felis catus). This study aimed to determine the number of incidence of Sarcoptes sp. infestation in feline patients at the Animal Clinic of Department of Internal Medicine from January to December 2025, and to evaluate its association with risk factors such as sex, management system, age group, and population density. The research method employed was descriptive with a secondary data analysis approach using patient medical records (ambulatoir). The results showed that out of a total of 1,183 feline patients, 82 cats (6.93%) tested positive for Sarcoptes sp. infestation. Based on the risk factor analysis, Sarcoptes sp. infestation cases were higher in male cats (57.32%) than in females (42.68%). Regarding the management system, the highest incidence was recorded in the semi-outdoor system (41.46%), followed by the outdoor (32.93%) and indoor systems (25.61%). Based on age groups, the infestation was dominated by the kitten group (0–6 months old) (57.32%). Furthermore, regarding the population variable, cats living in groups (non-solitary) contributed to the highest incidence (85.33%), with a population size of 2–5 cats being the most prevalenet (34.15%). The findings indicate an association between management system, age group, and population density with the occurrence of Sarcoptes sp. infestation in cats. This study provides crucial information for scabies prevention and control strategies in cats through proper husbandry management and routine healthcare.

Kata Kunci : faktor risiko, kucing, populasi, Sarcoptes sp., sistem pemeliharaan, skabiosis

  1. S1-2026-502677-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502677-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502677-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502677-title.pdf