Analisis Pengaruh CAR dan NIM terhadap ROA dengan BOPO dan Ukuran Bank sebagai Variabel Kontrol pada Bank Umum Konvensional yang Tercatat di BEI Periode 2020–2024
Ardhea Fitrah Pinasti, Elton Buyung Satrianto, S.E., MBA.
2026 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Return on Assets (ROA) dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan ukuran bank sebagai variabel kontrol pada bank umum konvensional yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Latar belakang penelitian didasarkan pada fluktuasi profitabilitas perbankan konvensional selama dan pasca pandemi COVID-19, implementasi PSAK 71 berbasis expected credit loss, serta inkonsistensi temuan penelitian terdahulu mengenai hubungan CAR dan NIM terhadap ROA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel terhadap 33 bank umum konvensional yang terdaftar di BEI, menghasilkan 165 observasi tahunan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) setelah melalui pengujian asumsi klasik dan pemilihan model panel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA, sedangkan NIM berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Sebagai variabel kontrol, BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan ukuran bank berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Nilai R² overall sebesar 96,20% menunjukkan bahwa variabel CAR, NIM, BOPO, dan ukuran bank mampu menjelaskan variasi profitabilitas bank yang diproksikan melalui ROA dengan baik. Temuan ini memperkuat relevansi teori intermediasi keuangan dan efisiensi operasional dalam menjelaskan profitabilitas perbankan pada periode pemulihan pascapandemi. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan bahwa perbankan perlu meningkatkan optimalisasi pendapatan bunga bersih, memperkuat efisiensi operasional, serta memanfaatkan kapasitas aset secara optimal untuk mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan.
This study aims to analyze the effect of Capital Adequacy Ratio (CAR) and Net Interest Margin (NIM) on Return on Assets (ROA), with Operational Expenses to Operating Income (BOPO) and bank size as control variables in conventional commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020–2024. The background of this study is grounded in the fluctuation of conventional banking profitability during and after the COVID-19 pandemic, the implementation of PSAK 71 based on the expected credit loss framework, and the inconsistency of findings from prior studies regarding the relationship between CAR and NIM with ROA. This study employs a quantitative approach using panel data regression on 33 conventional commercial banks listed on the IDX, producing 165 annual observations. The analysis was conducted using panel data regression with the Random Effect Model (REM) approach, following classical assumption testing and panel model selection.
The results indicate that CAR has a positive but insignificant effect on ROA, while NIM has a positive and significant effect on ROA. As control variables, OEOI has a negative and significant effect on ROA, and bank size has a positive and significant effect on ROA. The overall R² value of 96.20% indicates that the variables CAR, NIM, BOPO, and bank size are well capable of explaining the variation in bank profitability as proxied by ROA. These findings reinforce the relevance of financial intermediation theory and operational efficiency in explaining banking profitability during the post-pandemic recovery period. The practical implications of this study suggest that banks need to enhance the optimization of net interest income, strengthen operational efficiency, and optimally leverage asset capacity to sustain long-term profitability.
Kata Kunci : Return on Assets, Capital Adequacy Ratio, Net Interest Margin, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, Ukuran Bank