ANALISIS WACANA LEGITIMASI FRANÇOIS BAYROU DALAM KEBIJAKAN PENGHEMATAN ANGGARAN PRANCIS PADA KANAL YOUTUBE FB DIRECT ANALISIS WACANA LEGITIMASI FRANÇOIS BAYROU DALAM KEBIJAKAN PENGHEMATAN ANGGARAN PRANCIS PADA KANAL YOUTUBE FB DIRECT
Dhisna Luklu'ul Fauzan, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M. Hum., DEA.
2026 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Krisis
ekonomi di Prancis yang ditandai dengan tingginya utang negara yang melebihi
pendapatan tahunan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis dalam
mengatasinya. François Bayrou mengusulkan solusi dengan melakukan kebijakan
penghematan dan penghapusan dua hari libur nasional untuk meningkatkan
produktivitas. Kebijakan ini memicu kritik publik, sehingga Bayrou menggunakan
media digital YouTube untuk membangun legitimasi kebijakan tersebut. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Teun
A. van Dijk yang mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial,
serta dipadukan dengan teori strategi legitimasi Theo van Leeuwen. Data
penelitian berupa tuturan dalam delapan video Bayrou yang kemudian dianalisis
untuk mengidentifikasi pola-pola wacana dan aspek yang dilegitimasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Bayrou menggunakan empat pola utama, yaitu
penggunaan data kuantitatif, kata kerja bantu modal, konektor diskursif, dan
diksi bermuatan moral. Strategi legitimasi yang dominan digunakan adalah
rasionalisasi, didukung dengan otorisasi, evaluasi moral, dan mitopoesis.
Selain itu, terdapat empat aspek yang dilegitimasi, yaitu krisis ekonomi
khususnya austerity, peningkatan produktivitas, reorganisasi negara, dan
tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam wacana
politik berfungsi sebagai alat strategis untuk membangun penerimaan publik
terhadap kebijakan.
The economic crisis in France,
marked by national debt exceeding annual revenue, has prompted the government
to take strategic measures to address the issue. François Bayrou proposed
austerity policies and the elimination of two national holidays to increase
productivity as a solution. This policy triggered public criticism, leading
Bayrou to use the digital platform YouTube to build legitimacy for the policy.
This study employs a qualitative approach using Critical Discourse Analysis
based on Teun A. van Dijk’s model, which includes the dimensions of text,
social cognition, and social context, combined with Theo van Leeuwen’s theory
of legitimation strategies. The data consist of utterances from eight of
Bayrou’s videos, which are analyzed to identify discourse patterns and the
aspects being legitimized. The findings show that Bayrou uses four main
patterns: the use of quantitative data, modal auxiliary verbs, discourse
connectors, and morally loaded diction. The dominant legitimation strategy is
rationalization, supported by authorization, moral evaluation, and mythopoesis.
In addition, four aspects are legitimized: the economic crisis, particularly
austerity; productivity enhancement; state reorganization; and collective
responsibility. This study demonstrates that language in political discourse
functions as a strategic tool to build public acceptance of policy.
Kata Kunci : analisis wacana kritis, legitimasi diskursif, kebijakan penghematan, François Bayrou