Laporkan Masalah

Perilaku Agresif Intraspesifik Jantan Kadal Ekor Biru Pasifik (Emoia caeruleocauda) (De Vis, 1892) Pada Kondisi Ex Situ

Dzahni Askhiyanajah, Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc.

2026 | Skripsi | BIOLOGI

Emoia caeruleocauda merupakan salah satu spesies kadal dari famili Scincidae yang diketahui memiliki perilaku agresif pada individu jantan, terutama dalam konteks pertahanan teritori dan kompetisi memperebutkan betina pada musim kawin. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku agresif jantan E. caeruleocauda dalam kondisi pemeliharaan ex situ, membandingkannya dengan perilaku agresif pada habitat in situ berdasarkan penelitian terdahulu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculan perilaku tersebut. Metode penelitian meliputi pembuatan kandang pemeliharaan, pengamatan perilaku agresif, pencatatan bentuk perilaku, dan analisis data melalui visualisasi pola perilaku. Hasil pengamatan menunjukkan adanya beberapa bentuk perilaku agresif dalam kondisi ex situ, yaitu melambaikan ekor, melengkungkan punggung, menggigit, bertarung, serta lari atau menghindar. Dibandingkan dengan perilaku di habitat in situ, beberapa perilaku seperti menganggukkan kepala dan lompatan kecil tidak teramati dalam kondisi ex situ. Perilaku agresif diduga dipengaruhi oleh sifat teritorial, tumpang tindih wilayah antar individu, serta kompetisi memperebutkan betina pada periode musim kawin yang umumnya berlangsung pada November hingga Februari. Dengan demikian, perilaku agresif pada E. caeruleocauda jantan merupakan perilaku alami yang dapat muncul dalam kondisi berbeda, tetapi bentuk dan intensitasnya dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta faktor sosial dan reproduktif. 

Emoia caeruleocauda is a lizard species belonging to the family Scincidae that exhibits aggressive behavior in males, particularly in territorial defense and competition for mates during the breeding season. This study aimed to observe male aggressive behavior of E. caeruleocauda under ex situ conditions, compare it with aggressive behavior reported from in situs in previous studies, and identify factors influencing the occurrence of such behavior. The research methods included enclosure preparation, behavioral observation, behavioral recording, and data analysis through behavioral pattern visualization. The results showed several forms of aggressive behavior under ex situ conditions, including tail waving, body arching, biting, fighting, and escaping or avoidance behavior. Compared with observations from in situ habitats, certain behaviors such as head bobbing and small jumping movements were not observed under ex situ conditions. Aggressive behavior was likely influenced by territoriality, overlapping territories among individuals, and competition for females during the breeding season, which generally occurs from November to February. These findings suggest that aggressive behavior in male E. caeruleocauda is an innate behavior that can occur under different environmental conditions, although its form and intensity may vary depending on environmental, social, and reproductive factors.

Kata Kunci : Emoia caeruleocauda, perilaku, agresif, ex situ, jantan

  1. S1-2026-503400-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503400-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503400-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503400-title.pdf